Kamis, 4 Juni 2026

PHE Dorong Substitusi Impor Lewat Penguatan Industri Lokal

photo author
Alamanda K, Ifa.id
- Selasa, 8 Juli 2025 | 22:17 WIB
Ilustrasi kilang minyak. (Foto/PT SHA SOLO)
Ilustrasi kilang minyak. (Foto/PT SHA SOLO)

IFA.id - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus mempertegas komitmennya untuk mendukung substitusi impor dan memperkuat industri lokal.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri di sektor migas.

PHE berkomitmen untuk meningkatkan kemandirian energi nasional, sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan industri migas yang tangguh dan berdaya saing global.

Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Turun, Bisnis Jastip Justru Melejit: Adaptasi Konsumen di Tengah Tekanan Ekonomi

Hingga Mei 2025, PHE mencatatkan realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 63,29 persen.

Pencapaian ini melebihi target yang ditetapkan oleh pemerintah, menjadi bukti komitmen PHE dalam memperkuat industri lokal.

PHE aktif mendorong industri lokal melalui berbagai program pembinaan dan kolaborasi dengan pelaku usaha nasional.

Baca Juga: Dukungan Keluarga Haji Isam untuk KFC (FAST): Strategi Baru Grup Salim dan Gelael Tingkatkan Keuntungan

Penguatan rantai pasok dalam negeri diharapkan dapat menciptakan efek berganda yang memberikan dampak positif pada perekonomian nasional.

Langkah ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat di sektor-sektor terkait.

Selain itu, PHE bekerja sama dengan UMKM dan pabrikan lokal melalui platform digital Kementerian BUMN.

Baca Juga: Indonesia Menyongsong Ekonomi Hijau dan Ekonomi Sirkular untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Nilai transaksi belanja ke UMKM meningkat setiap tahunnya, yang memperkuat basis industri penunjang migas di Indonesia.

Dengan upaya ini, PHE berusaha meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha nasional di sektor energi.

Sebagai bagian dari strategi substitusi impor, PHE memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dalam setiap kegiatan operasional migas.

Baca Juga: Arus Dana ke Pasar Saham AS Mencapai Rekor Tertinggi, Optimisme AI dan Teknologi Jadi Pendorong Utama

PHE juga melakukan assessment kualitas produk lokal bersama SKK Migas dan KKKS lain untuk memastikan produk nasional bersaing dengan produk impor.

PHE mendorong inovasi dan sertifikasi pelaku usaha lokal agar dapat memenuhi standar industri migas internasional.

Program peningkatan kapasitas masyarakat lokal, termasuk pelatihan operator alat berat dan pengembangan UMKM di sekitar wilayah operasi, juga dijalankan.

Langkah-langkah ini diyakini akan memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi defisit neraca perdagangan, dan mendukung target swasembada energi pemerintah.

Baca Juga: Microsoft Pangkas 9.000 Karyawan, Restrukturisasi Massal Warnai Industri

Dengan meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, Indonesia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan energi, khususnya minyak dan gas, secara lebih mandiri.

PHE terus berinovasi dalam eksplorasi lapangan migas baru dan mengoptimalkan penggunaan gas bumi sebagai energi transisi.

Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan transisi energi ke depan.

Kesimpulannya, PHE memainkan peran penting dalam menciptakan kemandirian energi dan daya saing nasional dengan mendorong substitusi impor dan penguatan industri lokal.

PHE berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai sektor, menginovasi industri, dan memberdayakan pelaku usaha dalam negeri untuk membangun fondasi industri migas yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X