IFA.id - BlackRock Inc., perusahaan manajemen aset terbesar di dunia, kembali mencuri perhatian pasar modal Indonesia pada Juli 2025 dengan aksi pembelian besar terhadap saham tiga emiten batu bara.
Ketiga emiten yang diborong BlackRock adalah PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI).
Pembelian tersebut dilakukan di tengah pelemahan harga saham sektor batu bara, yang membuat BlackRock melihat peluang untuk mengakumulasi saham-saham berkualitas dengan harga yang menarik.
BlackRock berfokus pada sektor batu bara Indonesia karena prospek pertumbuhannya yang masih menjanjikan.
Permintaan batu bara dari pasar Asia, terutama India dan Tiongkok, tetap stabil, mendukung harga batu bara yang tetap tinggi, dan memberikan dorongan bagi kinerja emiten tambang.
Baca Juga: Lo Kheng Hong Blak-blakan Rencana Usai Panen Dividen Juli 2025
Selain itu, penurunan harga saham batu bara dalam beberapa bulan terakhir memberikan kesempatan bagi BlackRock untuk melakukan akumulasi, sejalan dengan strategi investasi jangka panjang mereka.
Diversifikasi portofolio juga menjadi alasan BlackRock untuk meningkatkan eksposur di sektor energi, termasuk pada emiten yang mulai melakukan ekspansi bisnis non-batu bara, seperti BUMI yang kini terlibat dalam tambang emas dan mineral lain.
Sentimen positif pasar semakin kuat dengan masuknya investor besar seperti BlackRock, yang memberi angin segar bagi saham batu bara Indonesia.
Baca Juga: Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 17 Juta, BEI Lampaui Target 2025
Pasar cenderung merespon positif langkah BlackRock, yang sering kali diikuti oleh investor lain, mendorong potensi kenaikan harga saham batu bara dalam jangka menengah.
BlackRock memperhatikan bahwa sektor batu bara Indonesia masih memiliki prospek yang baik meski ada tantangan dalam transisi energi global.
Sektor ini diprediksi akan tetap menjadi pilar penting bagi perekonomian Indonesia, selama harga komoditas tetap tinggi dan permintaan global tetap stabil.