IFA.id -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa pergeseran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dilakukan secara efisien, akuntabel, dan transparan.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran digunakan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan bahwa efisiensi anggaran ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/833/SJ.
Baca Juga: Mayat Perempuan Telanjang Ditemukan Terlilit Lakban di Kamar Kos Ciamis, Diduga Dibunuh
Kebijakan tersebut mengarahkan pemerintah daerah untuk memangkas belanja yang tidak prioritas, seperti kegiatan seremonial, studi banding, dan perjalanan dinas, guna mengalokasikan dana ke sektor-sektor yang lebih mendesak.
"Efisiensi ini bukan berarti mengurangi pelayanan kepada masyarakat, tetapi justru memastikan bahwa anggaran digunakan untuk program-program yang benar-benar dibutuhkan," ujar Herman.
Ia menambahkan bahwa Pemprov Jabar menargetkan efisiensi hingga Rp2 triliun tanpa mengurangi kualitas pelayanan dasar.
Langkah efisiensi ini mencakup pengurangan anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen, pembatasan honorarium, serta pengurangan belanja pendukung yang tidak memiliki output terukur.
Baca Juga: Teks Dummy Lorem Ipsum di Tugu Titik Nol IKN Viral, Kini Ditutup Terpal
Dana yang dihemat akan dialokasikan untuk sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan stabilitas harga pangan.
Pemprov Jabar juga memastikan bahwa proses pergeseran anggaran dilakukan dengan transparan dan melibatkan pengawasan dari DPRD serta masyarakat.
Hal ini bertujuan untuk menjaga akuntabilitas dan memastikan bahwa setiap keputusan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan langkah-langkah efisiensi ini, diharapkan anggaran daerah dapat digunakan secara lebih efektif dan tepat sasaran, sehingga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Jawa Barat.
Artikel Terkait
Oknum Polisi di Pacitan Diduga Perkosa Tahanan Perempuan
Jukir Cafe di Pasuruan Tantang Duel Polisi, Ditangkap dan Positif Narkoba
Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Erupsi, Wisatawan Diminta Tak Beraktivitas dalam Radius 5 Km
Teks Dummy "Lorem Ipsum" di Tugu Titik Nol IKN Viral, Kini Ditutup Terpal
Mayat Perempuan Telanjang Ditemukan Terlilit Lakban di Kamar Kos Ciamis, Diduga Dibunuh