IFA.id -- Kenaikan tarif impor yang diberlakukan oleh Amerika Serikat berpotensi menekan ekspor produk tambang Indonesia, meskipun volume ekspor langsung ke AS relatif kecil.
Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Rizal Kasli, menjelaskan bahwa ekspor produk tambang Indonesia ke AS umumnya terbatas pada emas dan komponen elektronik.
Sebagian besar ekspor lainnya terdiri dari produk olahan sumber daya alam seperti tekstil, minyak kelapa sawit (CPO), karet, kakao, kopi, teh, furnitur, serta makanan dan minuman.
Rizal menekankan bahwa jika terjadi penurunan produksi global akibat kenaikan tarif, industri tambang Indonesia bisa terdampak.
Baca Juga: WinLive Asia Bantu Kreator Maksimalkan Penghasilan TikTok Live
Produk intermediate seperti feronikel (FeNi), nickel pig iron (NPI), Ni-Matte, mixed hydroxide precipitate (MHP), aluminium, dan katoda tembaga yang dipasok Indonesia mungkin mengalami penurunan permintaan.
Lebih lanjut, Rizal mengingatkan bahwa jika negara-negara seperti China, India, dan kawasan Asia Timur turut merasakan dampak tarif ini, produk mereka bisa menjadi kurang kompetitif di pasar global.
Hal ini berpotensi menurunkan produksi mereka dan secara tidak langsung mengurangi permintaan terhadap produk intermediate dari Indonesia.
Sebagai langkah antisipasi, Presiden AS Donald Trump telah menunda pemberlakuan tarif impor tersebut selama 90 hari.
Baca Juga: MODENA Pay dan MNC Kapital Bersinergi Bangun Solusi Keuangan Terintegrasi
Penundaan ini dimaksudkan untuk memberikan waktu bagi AS dan negara-negara terdampak untuk bernegosiasi mencapai kesepakatan baru yang lebih menguntungkan semua pihak.
Rizal menambahkan bahwa tarif dasar yang sebelumnya diberlakukan untuk Indonesia adalah 10%, dengan tarif impor sebesar 0%.
Perubahan kebijakan tarif ini diharapkan dapat dikaji ulang demi menjaga stabilitas ekspor dan perekonomian nasional.
Artikel Terkait
Indonesia Pilih Jalur Negosiasi Hadapi Tarif-Trump
Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi Rp1.846.000 per Gram
Pelaku Bisnis Akui Dampak Berkepanjangan Perang Tarif AS-China
MODENA Pay dan MNC Kapital Bersinergi Bangun Solusi Keuangan Terintegrasi
WinLive Asia Bantu Kreator Maksimalkan Penghasilan TikTok Live