IFA.id -- Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penyederhanaan struktur komisaris pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perbankan.
Langkah ini bertujuan memperkuat struktur BUMN dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap institusi tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa komposisi komisaris yang lebih ramping akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bank.
Baca Juga: Rekan Wartawan Kunjungi Makam Juwita, Wartawati Korban Pembunuhan di Banjarbaru
Struktur baru ini diharapkan lebih efisien dibandingkan sebelumnya, namun tetap mencakup unsur dari kementerian teknis terkait.
Airlangga menambahkan bahwa pasar menyambut baik perubahan ini, terutama pada bank-bank seperti Bank Mandiri dan BRI.
Penyederhanaan struktur diharapkan meningkatkan kinerja dan transparansi BUMN perbankan, sehingga memperkuat kepercayaan investor dan publik.
Baca Juga: Ivan Sugianto Divonis 9 Bulan Penjara atas Kasus Perundungan Siswa SMK
Selain itu, Airlangga menyoroti fluktuasi nilai tukar yang masih terjadi, namun menegaskan bahwa fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat.
Hal ini ditunjukkan oleh pertumbuhan positif dalam ekspor, cadangan devisa, dan neraca perdagangan.
Langkah-langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional melalui reformasi struktural di BUMN, dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing di sektor perbankan.
Artikel Terkait
Nenek 86 Tahun Meninggal dalam Kebakaran Rumah di Deliserdang
Andarias Kawan Serap Aspirasi Masyarakat Aru Tengah dalam Reses DPRD
Partai Perindo dan Pemprov Bali Bersinergi untuk Pariwisata Berkualitas
Ivan Sugianto Divonis 9 Bulan Penjara atas Kasus Perundungan Siswa SMK
Rekan Wartawan Kunjungi Makam Juwita, Wartawati Korban Pembunuhan di Banjarbaru