Jumat, 17 Juli 2026

OJK Dorong Penguatan Perbankan Daerah untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional

- Selasa, 25 Maret 2025 | 22:02 WIB
OJK dorong perbankan daerah perkuat ekonomi nasional lewat roadmap penguatan BPD & BPR serta sinergi dengan BI dan lembaga terkait. (Foto/OJK)
OJK dorong perbankan daerah perkuat ekonomi nasional lewat roadmap penguatan BPD & BPR serta sinergi dengan BI dan lembaga terkait. (Foto/OJK)

IFA.id -- Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, menegaskan komitmen OJK dalam mendorong penguatan perbankan daerah dan syariah guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Pernyataan ini disampaikan dalam Dialog Bersama Industri Perbankan Solo Raya di Kantor OJK Solo (21/3/25).

Dian menekankan pentingnya peran aktif perbankan daerah agar perkembangannya sejalan dengan perekonomian nasional maupun regional.

Baca Juga: Judul: Harita Nickel Terapkan Strategi Efisiensi di Tengah Tantangan Industri Nikel

Ia berharap sinergi antara Bank Indonesia, OJK, dan lembaga terkait lainnya di daerah dapat terus ditingkatkan untuk memperkuat kontribusi perbankan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi. 

Sebagai langkah konkret, OJK telah menerbitkan Roadmap Penguatan Bank Pembangunan Daerah 2024-2027 serta Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR BPRS 2024-2027.

Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui penciptaan dan pengembangan sumber ekonomi baru. 

Dalam lingkup Solo Raya, industri perbankan menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan dengan total aset meningkat 2,29% secara tahunan menjadi Rp119,53 triliun.

Baca Juga: GarudaMiles Dinobatkan sebagai Program Frequent Flyer Terbaik oleh DestinAsian

Meskipun penyaluran kredit mengalami kontraksi sebesar 2,64% menjadi Rp103,6 triliun, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tetap tumbuh 3,1% mencapai Rp97,8 triliun, menunjukkan adanya ruang untuk pemulihan pembiayaan di tengah pengetatan likuiditas. 

Secara nasional, industri perbankan berada dalam kondisi stabil dengan aset bank umum tumbuh 6,34% secara tahunan pada Januari 2025 menjadi Rp12.410,7 triliun.

Pertumbuhan kredit mencapai 10,27% menjadi Rp7.782,2 triliun, sementara DPK meningkat 5,51% mencapai Rp8.879,3 triliun.

Perbankan syariah juga mencatatkan kinerja positif dengan total aset tumbuh 9,17% menjadi Rp948,2 triliun dan pembiayaan naik 9,77% mencapai Rp639,1 triliun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shinta Sukmawati Khiran

Sumber: wartaekonomi.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X