Jumat, 17 Juli 2026

Containder dan Sucofindo Berkolaborasi Ubah Sampah Plastik Menjadi Sumber Pendapatan

- Selasa, 25 Maret 2025 | 21:59 WIB
Containder gandeng Sucofindo ubah sampah plastik jadi cuan lewat perdagangan karbon, dorong ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah. (Foto/Sucofindo)
Containder gandeng Sucofindo ubah sampah plastik jadi cuan lewat perdagangan karbon, dorong ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah. (Foto/Sucofindo)

IFA.id -- Containder, startup pengelolaan sampah berbasis kecerdasan buatan, resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Sucofindo (Persero) untuk mengelola sampah plastik dan memperdagangkan karbon yang dihasilkan dari proses tersebut.

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Layanan Industri Sucofindo, Budi Utomo, dan CEO & Founder Containder, Billy Mambrasar, di Jakarta pada 24 Maret 2025. 

Melalui kerja sama ini, sampah plastik yang dikumpulkan akan dikonversi dan disertifikasi oleh Sucofindo menjadi karbon yang berhasil dikurangi (carbon offset), kemudian diperdagangkan di bursa karbon nasional dan internasional.

Baca Juga: Tujuh Emiten BUMN Alihkan Saham Seri B ke BKI untuk Perkuat Danantara

Budi Utomo menyatakan bahwa kemitraan ini mencerminkan komitmen Sucofindo dalam menyediakan solusi pengelolaan sampah berkelanjutan yang transparan dan berbasis teknologi, sejalan dengan visi mendukung industri hijau dan praktik bisnis berkelanjutan. 

Containder akan berperan sebagai penghubung antara Sucofindo dan perusahaan pengelolaan sampah plastik lainnya yang ingin menerapkan model bisnis serupa.

Perusahaan lain yang berminat memperdagangkan karbon dari pengelolaan sampah melalui verifikasi Sucofindo dapat bekerja sama dengan Containder sebagai fasilitator. 

Baca Juga: Bank Mandiri Perpanjang Jabatan Darmawan Junaidi sebagai Direktur Utama

Sebelumnya, sejak 2022, Containder dan Sucofindo telah bekerja sama dalam program pengelolaan sampah di Kota Biak, Papua, yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo dan disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Pada awal 2025, mereka kembali berkolaborasi dalam pengumpulan dan pengelolaan sampah di Bali, berhasil mengumpulkan 3 ton sampah dalam tiga jam. 

Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang efektif dan inovatif. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Shinta Sukmawati Khiran

Sumber: wartaekonomi.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X