IFA.id -- Menjelang Lebaran, perilaku belanja masyarakat Indonesia mengalami peningkatan signifikan, dengan 8 dari 10 konsumen berencana meningkatkan pengeluaran dibanding tahun sebelumnya, rata-rata mencapai Rp3,4 juta untuk makanan, fashion, dan produk kecantikan.
Grab Indonesia mengidentifikasi tiga strategi utama bagi UMKM untuk memanfaatkan momentum ini:
1. Manfaatkan Waktu 'Sibuk' Konsumen untuk Promosi
Selama Ramadan, terdapat lonjakan pesanan GrabMart sebesar 49% antara pukul 3-5 pagi saat sahur, dan 22% antara pukul 2-4 sore menjelang berbuka.
UMKM dapat menyesuaikan kampanye promosi pada jam-jam ini untuk meningkatkan keterlibatan dan penjualan.
Baca Juga: Pemerintah Bangun Dapur Makan Bergizi Gratis Senilai Rp4,5 Miliar per Unit Mulai Tahun Ini
2. Tawarkan Produk Sesuai Tren Ramadan dan Lebaran
Konsumen kini lebih peduli kesehatan dan keberlanjutan, dengan 39% mempertimbangkan faktor kesehatan dalam memilih makanan, dan 36% bersedia membayar lebih untuk produk ramah lingkungan.
Selain itu, 96% pengguna Grab berencana mengirim hampers Lebaran, dan 75% memilih hampers ramah lingkungan, meningkatkan pemesanan GrabExpress hingga 26% di minggu terakhir Ramadan.
UMKM dapat menawarkan hampers berisi produk sehat dan eco-friendly untuk memenuhi permintaan ini.
Baca Juga: Harga Emas Antam Stagnan di Rp1.764.000 per Gram pada Akhir Pekan
3. Targetkan Audiens yang Tepat: Gen X dan Boomers
Sebanyak 67% keputusan belanja rumah tangga selama Ramadan dan Lebaran diambil oleh Generasi X dan Boomers, dengan alokasi Tunjangan Hari Raya (THR) 1,5 kali lebih tinggi dibanding generasi muda.
Menargetkan promosi kepada segmen ini dapat meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap 278 Anggota Geng Kreak saat Konvoi Sepeda Motor di Semarang
Empat Anggota Keluarga Tewas dalam Kecelakaan: Mobil Daihatsu Terios Tertabrak KA Sri Bilah di Asahan
Relawan Semarang Hebat Bagikan Takjil dan Adakan Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadan 1446 H
Harga Emas Antam Stagnan di Rp1.764.000 per Gram pada Akhir Pekan
Pemerintah Bangun Dapur Makan Bergizi Gratis Senilai Rp4,5 Miliar per Unit Mulai Tahun Ini