IFA.id -- Danone dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperluas kerja sama di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi.
Penandatanganan ini dilakukan oleh Christian Stammkoetter, President of Asia, Middle East, and Africa (AMEA) Danone, dan Dr. (H.C.) K.H. Yahya Cholil Staquf, Ketua PBNU, di Kantor PBNU, Kramat, Jakarta.
Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong inovasi, meningkatkan daya saing global, dan mendukung keberlanjutan lingkungan melalui Program Indonesia-MENA (Middle East and North Africa) Expert Exchange.
Baca Juga: Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2025 Laris: KAI Daop 2 Bandung Catat 59,5% Kursi Terjual
Danone berkomitmen memberikan dampak positif pada kesehatan, ekonomi, dan keberlanjutan melalui merek-merek lokal di berbagai negara.
Ketua Umum PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf, menyatakan bahwa NU memiliki jangkauan luas di masyarakat Indonesia dan siap bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Danone, dalam program sertifikasi halal serta berbagai program ekonomi dan kesejahteraan sosial lainnya.
Baca Juga: Modal Asing Keluar Rp4,25 Triliun pada Pekan Ketiga Maret 2025 akibat Anjloknya Pasar Saham
Christian Stammkoetter, President AMEA Danone, mengungkapkan kebanggaannya atas kerja sama ini dan berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia melalui program Indonesia-MENA Expert Exchange.
Program Indonesia-MENA Expert Exchange dirancang untuk mempromosikan pemahaman bersama, meningkatkan keterampilan kepemimpinan dan profesional, serta membangun kemitraan berkelanjutan antara para pemimpin muda dari Indonesia dan negara-negara Timur Tengah serta Afrika Utara.
Artikel Terkait
Yoshinoya: Dari Warung Kecil di Tokyo hingga Ratusan Cabang di Berbagai Negara
J&T Cargo Siapkan Strategi Besar Hadapi Tantangan Bisnis 2025 untuk Dominasi Logistik Nasional
Drone Show: Tren Inovatif dalam Pemasaran Digital Indonesia
Modal Asing Keluar Rp4,25 Triliun pada Pekan Ketiga Maret 2025 akibat Anjloknya Pasar Saham
Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2025 Laris: KAI Daop 2 Bandung Catat 59,5% Kursi Terjual