Kamis, 4 Juni 2026

Modal Asing Keluar Rp4,25 Triliun pada Pekan Ketiga Maret 2025 akibat Anjloknya Pasar Saham

- Sabtu, 22 Maret 2025 | 21:08 WIB
Ilustrasi status pasar saham. (foto/pinterest)
Ilustrasi status pasar saham. (foto/pinterest)

IFA.id -- Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa pada periode 17–20 Maret 2025, terjadi aliran modal asing keluar bersih sebesar Rp4,25 triliun dari pasar keuangan domestik.

Rinciannya, pasar saham mengalami jual neto Rp4,78 triliun, sementara pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencatat beli neto Rp1,20 triliun, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mengalami jual neto Rp0,67 triliun.

Sejak awal tahun hingga 20 Maret 2025, total modal asing keluar bersih di pasar saham mencapai Rp28,10 triliun.

Baca Juga: Drone Show: Tren Inovatif dalam Pemasaran Digital Indonesia

Namun, pasar SBN dan SRBI masih mencatat aliran modal asing masuk bersih masing-masing sebesar Rp23,87 triliun dan Rp8,58 triliun. 

Pada periode yang sama, premi risiko investasi Indonesia, yang diukur melalui credit default swaps (CDS) tenor lima tahun, meningkat dari 81,20 basis poin pada 14 Maret 2025 menjadi 88,51 basis poin pada 20 Maret 2025.

Kenaikan ini mencerminkan peningkatan persepsi risiko terhadap investasi di Indonesia.

Baca Juga: J&T Cargo Siapkan Strategi Besar Hadapi Tantangan Bisnis 2025 untuk Dominasi Logistik Nasional

Nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan. Pada Jumat, 21 Maret 2025, rupiah dibuka melemah di level Rp16.480 per dolar AS, dibandingkan penutupan hari sebelumnya di Rp16.470 per dolar AS.

Selain itu, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur pergerakan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, menguat ke level 103,85.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait lainnya, serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan guna mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia di tengah dinamika pasar keuangan global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shinta Sukmawati Khiran

Sumber: wartaekonomi.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X