IFA.id -- Bank Indonesia (BI) baru saja mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada dalam jalur pertumbuhan yang stabil.
BI optimistis pertumbuhan ekonomi Jawa Barat akan lebih baik pada tahun 2025, dengan proyeksi antara 4,7 hingga 5,5 persen.
Hal ini didukung oleh penguatan nilai tukar rupiah dan tingginya permintaan ekspor-impor.
Baca Juga: Pemkab Garut Pastikan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Barang di Pasar Malangbong Menjelang Ramadan
Untuk mendorong sektor perumahan, BI akan meningkatkan likuiditas dengan mengurangi persyaratan cadangan bagi bank yang memberikan kredit ke sektor properti, mencapai 80 triliun rupiah.
Langkah ini mendukung program pemerintah membangun 3 juta rumah terjangkau setiap tahun.
Kebijakan BI ini berdampak positif bagi pemerintah daerah (Pemda), terutama dalam perencanaan pembangunan dan alokasi anggaran.
Baca Juga: Gubernur Jawa Tengah dan Kapolri Tinjau Pos Pengamanan, Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2025
Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, Pemda dapat lebih fokus pada program pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi antara BI dan Pemda menjadi kunci dalam mengoptimalkan kebijakan moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemda diharapkan dapat menyesuaikan kebijakan fiskal lokal agar sejalan dengan kebijakan BI, sehingga tercipta sinergi yang efektif dalam mencapai target pembangunan nasional.
Artikel Terkait
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto Gandeng Forkopimda untuk Jaga Stabilitas
Presiden Prabowo Resmikan KEK Industropolis Batang, Targetkan Investasi Rp75,8 Triliun dalam Lima Tahun
Gubernur Jawa Tengah dan Kapolri Tinjau Pos Pengamanan, Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran 2025
Bagaimana Cara Menghindari Konten Negatif di Internet? Ini Tips Efektifnya!
Pemkab Garut Pastikan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Barang di Pasar Malangbong Menjelang Ramadan