IFA.id -- Pada tahun 1935, dua bersaudara asal Fujian, China, Chew Choo Keng dan Chew Choo Han, merantau ke Singapura dengan harapan mencari kehidupan yang lebih baik.
Awalnya, mereka bekerja di sebuah pabrik biskuit. Namun, pecahnya Perang Dunia II memaksa mereka kehilangan pekerjaan, sehingga mereka beralih menjadi pedagang keliling yang menjual sabun dan garam untuk bertahan hidup.
Setelah perang usai, pada tahun 1947, dengan modal dan pengalaman yang terbatas, kedua saudara ini memutuskan untuk mendirikan pabrik biskuit sendiri dan menamainya Khong Guan.
Baca Juga: Jogi Hendra Atmadja: Dari Kopiko hingga Astor, Sukses Menjadi Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia
Mereka memulai usaha dengan peralatan sederhana dan bahan baku seadanya. Berkat kerja keras dan dedikasi, produk biskuit mereka mulai dikenal dan diminati oleh masyarakat.
Khong Guan terus berkembang pesat dan memperluas jangkauan pasarnya hingga ke Indonesia.
Di Indonesia, perusahaan ini dikenal dengan produk-produk biskuit berkualitas yang menjadi favorit banyak keluarga.
Baca Juga: Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih pada 12 Juli 2025 untuk Perkuat Ekonomi Desa
Salah satu ciri khas yang melekat adalah kaleng merah bergambar ibu dan dua anaknya yang duduk di meja makan, yang menjadi ikon legendaris Khong Guan.
Saat ini, Khong Guan tidak hanya dikenal di Asia Tenggara, tetapi juga merambah pasar internasional.
Perusahaan ini terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai varian biskuit untuk memenuhi selera konsumen yang beragam.
Baca Juga: KURMA 2025 Dorong Produk UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Syariah
Komitmen terhadap kualitas dan inovasi produk menjadi kunci keberhasilan Khong Guan dalam mempertahankan eksistensinya di industri makanan ringan.
Kisah inspiratif Chew Choo Keng dan Chew Choo Han mengajarkan bahwa dengan tekad kuat, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, seseorang dapat mengubah keterbatasan menjadi peluang.
Artikel Terkait
Sri Mulyani Pastikan THR PNS, TNI, dan Polri Cair 100% Menjelang Lebaran
Danantara Akan Biayai Pembangunan Kilang Minyak Berkapasitas 500 Ribu Barel di Sumatera
KURMA 2025 Dorong Produk UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Syariah
Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih pada 12 Juli 2025 untuk Perkuat Ekonomi Desa
Jogi Hendra Atmadja: Dari Kopiko hingga Astor, Sukses Menjadi Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia