IFA.id -- Perkembangan fashion hijab di Indonesia semakin pesat, mendorong banyak wanita muda untuk terjun ke industri ini, salah satunya Jenahara Nasution.
Desainer berbakat ini berhasil membangun labelnya sendiri tanpa bantuan sang ibu, Ida Royani, yang juga seorang desainer ternama.
Sejak kecil, Jehan sudah mencintai dunia fashion, tetapi ia memilih merintis kariernya secara mandiri.
Baca Juga: Heaven Lights: Perjalanan dari Bisnis Kecil hingga Tampil di New York Fashion Week 2023
Meskipun memiliki latar belakang keluarga di dunia mode, ia menegaskan bahwa brand "Jenahara" lahir dari kerja keras dan usahanya sendiri.
Konsep labelnya mulai dirancang sejak 2006, namun saat itu tren busana muslim belum sepopuler sekarang, sehingga ia menundanya hingga akhirnya resmi meluncurkan Jenahara pada 2011.
Perjalanannya tidak mudah. Ia mengurus semua proses dari awal, termasuk memilih bahan dan mencari penjahit untuk koleksi pertamanya.
Baca Juga: Perjalanan Vanilla Hijab: Dari Modal Nekat hingga Menjadi Brand Hijab Populer
Bahkan, saat hamil tujuh bulan, Jehan tetap berkeliling mencari material hingga hampir pingsan karena kelelahan. Namun, kecintaannya pada fashion membuatnya tak menyerah.
Kini, kerja kerasnya terbayar dengan pencapaian gemilang. Koleksi Jenahara tak hanya laris di pasar lokal, tetapi juga telah dipamerkan di berbagai panggung fashion dunia, seperti di Hong Kong, Thailand, dan Milan.
Dengan terus berinovasi, Jehan membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan mampu mengantarkannya menjadi salah satu ikon hijab fashion Indonesia yang sukses secara global.
Artikel Terkait
Ria Miranda: Perjalanan Merintis Bisnis Busana Muslim dari Blog hingga Sukses di Industri Fashion
Feny Mustafa, Pelopor Busana Muslim yang Membangun Shafira dan Zoya Hingga Melegenda
KAMI IDEA: Rahasia Sukses 12 Tahun Merek Modest Fashion Lokal
Perjalanan Vanilla Hijab: Dari Modal Nekat hingga Menjadi Brand Hijab Populer
Heaven Lights: Perjalanan dari Bisnis Kecil hingga Tampil di New York Fashion Week 2023