tafaquh

Sunnah Salam yang Dilupakan Generasi Modern

Jumat, 28 November 2025 | 10:53 WIB
Menghidupkan kembali salam menghangatkan hati, menyambung ukhuwah. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id - Ada momen yang terasa janggal ketika berada di sebuah ruang publik hari ini. Pintu terbuka, seseorang masuk, dan yang terdengar hanya suara langkah tanpa sapaan. Padahal dulu, salam menjadi pembuka hangat yang membuat ruangan terasa hidup.

IFA.id mencatat bahwa fenomena ini makin sering terjadi, terutama di kota besar yang serba cepat. Salam dianggap formalitas, bukan lagi tradisi ibadah yang mengandung keberkahan.

Padahal, dalam Islam, salam bukan sekadar kata pembuka. Ia adalah doa keselamatan, pernyataan niat damai, dan simbol kasih yang dianjurkan Nabi.

Ketika sunnah salam tak lagi hidup, ada sesuatu yang hilang dari denyut kebersamaan kita. Tulisan ini mencoba mengingatkan kembali makna mendalam salam, adabnya, dan bagaimana generasi modern bisa menghidupkannya kembali.

Baca Juga: Benarkah Salam Membuka Pintu Rezeki? Penjelasan Ulama

Makna Salam yang Lebih Dalam dari Sekadar Sapaan

Dalam 1–2 kalimat pertama harus ada kata kunci, dan di sini IFA.id menegaskan bahwa sunnah salam bukan sekadar ucapan hambar. Salam berarti keamanan dan keselamatan.

Ketika seseorang berkata “Assalamu’alaikum”, ia sebenarnya mendoakan agar lawan bicaranya dilindungi dari segala bahaya. Betapa halusnya adab Islam, hingga sapaan pun berbentuk doa.

Nabi Muhammad menekankan salam sebagai pembuka hubungan sosial. Bahkan ketika seseorang berjalan, lalu bertemu dalam situasi ramai, salam menjadi penanda identitas kaum Muslim.

Salam adalah cara Islam membangun atmosfer kedamaian di masyarakat, sesuatu yang terasa mewah di era yang serba gaduh ini.

Baca Juga: Keutamaan Salam Menurut Hadis: Lebih Besar dari yang Dibayangkan

Namun, di dunia modern, salam perlahan bergeser menjadi formalitas. Banyak yang menggantinya dengan “hai”, “halo”, “selamat pagi”, tanpa memahami bahwa salam memiliki kedudukan spiritual, bukan hanya sosial.

Sapaan biasa tidak salah, namun meninggalkan salam berarti menghapus sebagian kecil tradisi keberkahan.

Mengapa Sunnah Ini Mulai Terlupakan?

Halaman:

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB