Kamis, 4 Juni 2026

Keutamaan Salam Menurut Hadis: Lebih Besar dari yang Dibayangkan

- Jumat, 28 November 2025 | 10:04 WIB
Keindahan salam sebagai doa dan simbol kedamaian yang diajarkan Nabi. (Foto/Ilustrasi)
Keindahan salam sebagai doa dan simbol kedamaian yang diajarkan Nabi. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id– Ada satu amalan ringan, hampir tak membutuhkan tenaga, tak memerlukan biaya, dan bisa dilakukan siapa saja.

Namun di balik kesederhanaannya, amalan ini menyimpan pintu pahala yang nyaris tak bertepi. Amalan itu adalah salam, sebuah kalimat yang sering terucap, tetapi semakin jarang direnungi.

IFA.id mencatat, pembahasan ulama mengenai keutamaan salam memang begitu kaya, terutama ketika merujuk pada hadis Nabi yang menjadikannya sebagai tanda keimanan, cinta, dan kedamaian.

Di tengah dunia yang semakin cepat dan bising, salam menjadi jembatan sederhana yang menghangatkan hubungan antarmanusia. Rasanya seperti mengetuk pintu hati orang lain tanpa memaksa, namun tetap membawa pesan kebaikan.

Baca Juga: Adab Mengucapkan Salam yang Sering Terabaikan

Jika direnungkan, tidak banyak kata yang memiliki beban makna sedalam Assalamu’alaikum, sebuah doa agar seseorang selalu berada dalam lindungan keselamatan.

Keutamaan Salam yang Ditekankan Nabi

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim, Nabi bersabda: “Tidak akan masuk surga sampai beriman, dan tidak beriman sampai saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang membuat kalian saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian.”

IFA.id melihat hadis ini sebagai pintu pertama memahami tingginya derajat salam. Ada tiga nilai besar yang bertaut di dalamnya: iman, cinta, dan surga.

Menariknya, Nabi tidak memulai dengan ibadah berat, melainkan dengan sebuah kalimat sederhana yang justru sering diremehkan. Artinya, salam bukan sekadar sapaan, tetapi fondasi sosial yang membangun hubungan antar-umat.

Baca Juga: Mengapa Salam Jadi Simbol Cinta dan Damai?

Bayangkan sebuah masyarakat di mana salam tidak hanya menjadi formalitas, tetapi hadir sebagai energi penyambung hati. Penyebaran salam dapat menghaluskan hubungan, meredakan ketegangan, bahkan menjadi awal rekonsiliasi ketika terjadi perbedaan.

Banyak ulama menyebut salam sebagai “senjata damai” umat Islam. IFA.id menilai analogi ini relevan, terutama ketika melihat bagaimana salam mampu memotong jarak emosional dalam hitungan detik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X