Baca Juga: Pamer di Media Sosial Menurut Islam
Ulama juga sering menekankan bahwa keutamaan seseorang tidak terletak pada tampilannya, tetapi pada akhlaknya. Orang yang rajin membantu sesama dengan diam-diam lebih mulia dibanding mereka yang memamerkan amalnya. IFA.id melihat bahwa pesan ini sangat relevan dengan budaya pamer hari ini.
Pada akhirnya, para ulama sepakat bahwa pamer adalah cermin dari hati yang belum tenang. Untuk menjaga diri dari penyakit ini, seseorang harus memperkuat keikhlasan, memperbanyak amal tersembunyi, dan menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam setiap amal. Dari sinilah hati akan menemukan ketenangan yang tidak bisa diberikan oleh pujian manusia.