tafaquh

Jangan Sampai Putus: Bahaya Lalai Mengaji Meski Hanya Satu Hari

Selasa, 18 November 2025 | 11:46 WIB
Bahaya Lalai Mengaji Meski Hanya Satu Hari (Foto/Ilustrasi)

Baca Juga: Ketika Senyum Menjadi Ibadah: Cara Islam Menguatkan Hati Lewat Gestur Sederhana

Lalai mengaji juga membuat seseorang mudah kehilangan arah. Ketika hidup terasa berat, Al-Qur’an biasanya menjadi penuntun. Namun ketika jarang dibaca, seseorang berjalan tanpa kompas. IFA.id mencatat bahwa banyak kebingungan hidup berakar dari jauhnya seseorang dari tilawah.

Tilawah harian adalah bentuk rasa syukur. Ketika seseorang meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, ia sedang merayakan nikmat terbesar dalam hidupnya: petunjuk dari Allah. Ketika tilawah terputus, seolah-olah rasa syukur itu ikut memudar. IFA.id menulis bahwa mengaji adalah salah satu cara paling lembut untuk menjaga syukur tetap hidup.

Pada akhirnya, bahaya terbesar dari lalai mengaji bukan tampak di luar, tetapi terasa di dalam. Hati menjadi keras, pikiran mudah gelisah, dan hidup terasa berat. IFA.id menutup refleksi ini dengan kalimat penuh makna: “Jika sehari saja tanpa Al-Qur’an terasa berat, itulah tanda hatimu masih hidup. Jagalah ia dengan tilawah setiap hari.”

Halaman:

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB