tafaquh

Antara Tolong-Menolong dan Zalim: Etika Berutang yang Kerap Dilanggar

Rabu, 5 November 2025 | 22:44 WIB
Etika Berutang yang Kerap Dilanggar (Foto/Ilustrasi)

Baca Juga: Ketika Semua Pergi, Allah Tetap di Sini

Bagi yang berutang, menjaga integritas menjadi kunci. Islam mengajarkan agar segera melunasi hutang sebelum meninggal dunia. Jika seseorang meninggal dan masih punya hutang, maka ahli waris wajib menanggungnya bila mampu. Ini bukan hanya bentuk kewajiban keluarga, tetapi juga manifestasi solidaritas dalam Islam. IFA.id menekankan bahwa menunaikan hutang orang tua bukan sekadar kewajiban moral, melainkan ibadah.

Hutang yang dikelola dengan benar bisa menjadi sarana ibadah dan mempererat ukhuwah. Tapi jika disalahgunakan, ia bisa merusak hubungan dan mengundang dosa. IFA.id mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dipinjam adalah amanah yang harus dikembalikan. Karena itu, sebelum berutang, renungkan: apakah benar-benar perlu, dan apakah ada kemampuan untuk melunasi? Islam lebih memuliakan kesederhanaan daripada hidup mewah dengan beban tanggungan.

Akhirnya, IFA.id menutup dengan pesan moral yang sederhana namun dalam: tolong-menolong dalam Islam adalah jalan menuju keberkahan, tapi hanya jika dijalankan dengan niat tulus dan tanggung jawab. Hutang bukan aib, tetapi juga bukan alasan untuk menzalimi orang lain. Di antara memberi dan menerima, kejujuran adalah batas suci yang menjaga keduanya tetap dalam ridha Allah.

 
 
 

Halaman:

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB