Mengikuti tes baca Al-Qur’an,
Mengikuti wawancara dengan pengasuh asrama.
Cipasung mengutamakan keikhlasan niat dan kesiapan hidup sederhana. Bagi banyak keluarga, hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran, setiap tahun ribuan pendaftar memadati loket pendaftaran sejak subuh.
Baca Juga: Pesantren dan Moderasi Beragama: Menyemai Damai dari Lingkungan Ngaji
7. Pesantren Al-Hikam, Depok (KH. Hasyim Muzadi)
Terakhir, ada Al-Hikam Depok, pesantren yang memadukan pendidikan tinggi dengan spirit kepesantrenan. Banyak mahasantri dari kampus sekitar tinggal di asrama Al-Hikam untuk memperdalam ilmu agama dan akhlak.
Syarat masuknya bahkan lebih ringan daripada pesantren umum:
-
Mahasiswa aktif,
-
Komitmen mengikuti kajian rutin,
-
dan bersedia mematuhi aturan pondok.
Pesantren ini lebih menekankan etos belajar dan tanggung jawab pribadi. Tak heran jika alumninya banyak berkiprah di dunia dakwah intelektual dan media.
Baca Juga: Perempuan Santri: Kiprah, Tantangan, dan Citra Baru di Dunia Pendidikan Islam
Mengapa Banyak Pesantren Kini Mempermudah Syarat Masuk?
Ada perubahan besar dalam dunia pendidikan pesantren. Dulu, seleksi ketat dianggap cara menjaga kualitas.
Kini, banyak pesantren justru melihat bahwa pintu terbuka lebih luas bukan berarti mutu menurun, melainkan peluang memperluas dakwah dan akses pendidikan Islam.