tafaquh

Menonton Pesantren dari Layar: Apa yang Hilang dari Tayangan Televisi?

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 15:14 WIB
Dari layar, kita hanya melihat pesantren sebagai tayangan—padahal di sana ada napas ilmu, adab, dan cinta yang tak bisa ditransmisikan oleh kamera. (Foto/Ilustrasi)

Tinggal bagaimana media mampu mengolahnya dengan bijak, agar tidak berhenti pada visualisasi, tapi menyentuh makna.

Media sering menjadi guru bagi masyarakat, tapi kini saatnya media belajar dari pesantren.
Belajar tentang kesabaran, kejujuran, dan keseimbangan antara berita dan kebenaran.
Karena pesantren tidak hanya memproduksi ilmu, tapi juga memelihara nurani.

Jika media mampu menyelami nilai-nilai itu, mungkin publik akan mengenal pesantren bukan sebagai “yang lain”, tapi sebagai bagian dari dirinya sendiri.

Doa untuk Ilmu dan Kebijaksanaan

لَّهُمَّ ارْزُقْنَا عِلْمًا نَافِعًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا، وَعَيْنًا دَامِعَةً، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.

Allāhumma arzuqnā ‘ilman nāfi‘an, wa qalban khāshi‘an, wa ‘ainan dāmi‘atan, wa ‘amalan mutaqabbalan.

Baca Juga: Menahan yang Tak Perlu: Cara Puasa Sunnah Menjernihkan Hati dan Pikiran

Artinya:
Ya Allah, karuniakan kepada kami ilmu yang bermanfaat, hati yang khusyuk, mata yang mudah menangis karena cinta-Mu, dan amal yang Engkau terima.

Doa ini menjadi simbol bahwa ilmu dan kebenaran tak cukup disiarkan, tapi harus dihayati.

Menonton pesantren dari layar memang mudah. Namun memahami pesantren dari hati, membutuhkan kesediaan untuk duduk, mendengar, dan merendah.

Kamera mungkin hanya menangkap santri yang tertawa, tapi tak bisa merasakan doa mereka di sepertiga malam. Kamera bisa menyorot kitab kuning, tapi tak bisa mencium harumnya perjuangan ilmu di balik lembarannya.

Karena itu, IFA.id mengingatkan:
Pesantren bukan tontonan, tapi tuntunan.
Dan tugas media bukan hanya menyiarkan, tapi menyalurkan hikmah agar tetap hidup dalam masyarakat. 

Baca Juga: Larangan Santri Keluar Tanpa Izin: Bentuk Pengendalian Diri yang Mulia

Halaman:

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB