tafaquh

Mengapa Pesantren Sering Disalahpahami di Media?

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 15:10 WIB
Ketika pesantren disalahpahami, santri tetap menjawab dengan akhlak dan ilmu. Di balik berita yang bias, ada cahaya ketulusan yang terus menyala. (Foto/Ilustrasi)

Doa untuk Jurnalis dan Santri di Jalan Dakwah

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

Allāhumma arinal-ḥaqqa ḥaqqan warzuqnā ittibā‘ah, wa arinal-bāṭila bāṭilan warzuqnā ijtinābah.

Baca Juga: Menahan yang Tak Perlu: Cara Puasa Sunnah Menjernihkan Hati dan Pikiran

Artinya:
Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya, serta tunjukkanlah kebatilan sebagai kebatilan dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya.

Doa ini sering diamalkan oleh para kiai dan jurnalis muslim agar hatinya dijaga dari bias dan matanya melihat dengan nur (cahaya iman), bukan sekadar visual.

Dunia pesantren mungkin tak mengenal rating, tapi mengenal barokah.
Ia tak memerlukan kamera untuk bersinar, karena cahaya ilmunya memancar dari keikhlasan para guru dan murid.

Tugas media hari ini adalah menata ulang sudut pandang dari sekadar mengambil gambar menjadi mengambil makna. Jika pesantren adalah lentera, maka tugas media bukan memamerkan cahayanya, melainkan membantu agar cahayanya sampai pada hati yang gelap.

Baca Juga: Larangan Santri Keluar Tanpa Izin: Bentuk Pengendalian Diri yang Mulia

Halaman:

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB