Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada Dajjal kecuali sebelumnya muncul Mahdi, dan ia akan menjadi pemimpin umatku selama tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud)
Baca Juga: Kesalahan Umum dalam Praktik Qunut Subuh dan Solusinya
Ketika Imam Mahdi dan pasukannya terdesak di Baitul Maqdis, langit akan terbuka. Isa AS turun, dan mereka saling mengenali sebagai saudara dalam iman.
Menurut riwayat, Imam Mahdi akan mundur memberi tempat bagi Isa untuk menjadi imam shalat. Namun Isa menolak dengan berkata:
“Engkau adalah pemimpin mereka. Aku datang untuk menjadi pengikut umat Muhammad.” (HR. Muslim)
IFA.id menulis, momen itu adalah simbol kesatuan: antara wahyu yang turun dan umat yang bertahan.
Setelah itu, Isa AS akan memimpin umat menghadapi Dajjal.
Dalam hadis disebutkan, Isa akan mengejar Dajjal hingga ke Bab Ludd, sebuah wilayah di Palestina, dan di sanalah fitnah terbesar itu berakhir.
Baca Juga: Rohani dan Manfaat Doa Qunut di Awal Hari
“Lalu Isa bin Maryam mengejarnya hingga ia membunuhnya di Bab Ludd.” (HR. Muslim)
Menurut Ustadz Fauzi Ma’ruf, “Pembunuhan Dajjal bukan sekadar peristiwa fisik, tapi simbol runtuhnya semua kebohongan yang selama ini menutupi cahaya kebenaran.”
Dunia akan kembali tenang. Hujan turun deras, tanah subur, dan keadilan ditegakkan di seluruh penjuru bumi.
Rasulullah SAW bersabda:
“Isa bin Maryam akan hidup di bumi selama empat puluh tahun. Ia menyebarkan keadilan dan kedamaian, hingga tidak ada lagi permusuhan.” (HR. Ahmad)
Baca Juga: Bagaimana Cara Membaca Qunut Subuh dengan Khusyuk dan Penuh Makna
Pada masa itu, manusia hidup damai tanpa iri, tanpa perang. Harta melimpah, tapi tidak ada yang ingin menerima zakat karena semua orang cukup.
IFA.id menulis, masa itu bukan utopia, tapi realisasi dari keadilan ilahi ketika dunia kembali tunduk kepada hukum Allah.