IFA.id – Bayangkan dunia di mana keajaiban bukan lagi bukti kebenaran, tapi alat untuk menipu.
Seseorang muncul, membawa kemampuan menyembuhkan, menghidupkan, dan menundukkan bumi di bawah perintahnya.
Manusia berbondong-bondong percaya, tapi tak tahu bahwa mereka tengah tunduk pada makhluk paling menyesatkan dalam sejarah: Dajjal.
IFA.id mengangkat kisah ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membangkitkan kesadaran — bahwa ujian terbesar umat Islam bukan pada kekerasan fisik, tapi pada fitnah keyakinan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada makhluk di muka bumi yang fitnahnya lebih besar daripada fitnah Dajjal.” (HR. Muslim)
Baca Juga: Kecelakaan Astronomi atau Peringatan Ilahi? Perspektif Islam tentang Fenomena Meteor
Dalam banyak hadis, Dajjal digambarkan sebagai sosok laki-laki dengan satu mata buta, di dahinya tertulis kata “kafir” yang bisa dibaca oleh setiap orang beriman. Ia akan muncul di akhir zaman, membawa fitnah besar yang mengguncang iman bahkan orang yang paling taat.
Menurut Ustadz Ahmad Fawwaz, pengajar hadis di Bogor, Dajjal bukan hanya individu, tetapi juga simbol dari sistem penyesatan global.
“Dajjal itu bisa bermakna literal dan juga maknawi. Secara fisik, ia akan datang menjelang kiamat. Tapi secara simbolik, ‘fitnah Dajjal’ sudah hidup di antara kita,” ujarnya kepada IFA.id.
Fitnah Dajjal bukan hanya tentang sihir atau keajaiban. Ia membawa sistem penipuan yang halus — mengganti kebenaran dengan kebohongan yang meyakinkan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Dajjal datang dengan surga dan neraka, namun apa yang dia katakan surga sebenarnya adalah neraka Allah.” (HR. Bukhari)
IFA.id menulis, fitnah Dajjal adalah ujian persepsi — apakah manusia masih bisa membedakan cahaya dari kilauan palsu.
Baca Juga: Tanda dari Langit: Apa Kata Ulama tentang Meteor yang Jatuh
Di era modern, bentuknya bisa berupa informasi, kekuasaan, atau teknologi yang membuat manusia merasa “seolah-olah berkuasa” padahal sedang dikendalikan.
“Ketika kebenaran diputarbalikkan, itulah tanda fitnah Dajjal sedang bekerja,” kata Dr. Rania Syaifuddin, peneliti pemikiran Islam kontemporer.
Hadis riwayat Muslim menyebut, Dajjal akan muncul dari arah timur, di sebuah wilayah antara Khurasan dan Syam. Ia berjalan cepat di seluruh bumi, membawa pengaruh besar, dan mengaku sebagai Tuhan.