tafaquh

Ketika Langit Terbelah dan Lautan Meluap: Gambaran Dahsyat Hari Kiamat dalam Al-Qur’a

Rabu, 8 Oktober 2025 | 16:07 WIB
Langit terbelah, lautan meluap, dan bumi berguncang — namun di balik semua itu, ada janji Allah bagi mereka yang menjaga cahaya imannya. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id – Bayangkan langit yang selama ini biru tiba-tiba retak. Bintang-bintang beterbangan, lautan naik menelan daratan, dan bumi mengguncang dari dasar. Tidak ada lagi arah, tidak ada lagi waktu.
Itulah hari ketika alam semesta tak sanggup lagi menanggung perintah Tuhannya — hari yang disebut Al-Qur’an sebagai yaumul qiyamah, hari kebangkitan.

IFA.id menghadirkan laporan reflektif ini bukan untuk menebar ketakutan, tapi untuk membangunkan kesadaran: bahwa setiap napas adalah jarak menuju waktu yang pasti datang.

Dalam QS. Al-Infithar (82:1-2), Allah berfirman:

“Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan.”

Sementara dalam QS. Al-Insyiqaq (84:1-2) dijelaskan:

“Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah sepatutnya ia patuh.”

Baca Juga: Hikmah Rohani di Balik Kegelapan: Refleksi Saat Gerhana

Ayat-ayat ini menggambarkan bahwa bahkan makhluk paling besar seperti langit tunduk kepada perintah Allah pada hari itu. Tidak ada lagi keseimbangan yang kita kenal, sebab seluruh ciptaan kembali kepada Sang Pencipta.

Menurut Ustadz Fadhil Rahman, ahli tafsir di Pesantren Ulul Albab, gambaran “langit terbelah” bukan sekadar fenomena kosmik, melainkan simbol bahwa seluruh sistem kehidupan akan berhenti.
“Seluruh hukum alam yang kita kenal akan dicabut. Itulah titik ketika dunia berhenti bernapas,” ujarnya kepada IFA.id.

Dalam QS. Al-Infithar (82:3) disebutkan:

“Dan apabila lautan meluap.”

Lautan yang selama ini menjadi sumber kehidupan akan berubah menjadi kekuatan penghancur.
Banyak tafsir menyebut bahwa air akan meluap, menyatu, dan menguasai daratan — pertanda bahwa batas-batas bumi dihapuskan.

Menurut Dr. Hadi Zulfikar, pakar geologi Islam dari Universitas Gadjah Mada, ayat ini dapat dimaknai dua sisi: fisik dan spiritual.
“Secara fisik, bisa jadi bumi mengalami kehancuran struktur gravitasi. Secara spiritual, ini simbol bahwa seluruh kekuasaan manusia atas bumi berakhir.”

Baca Juga: Salat Kusuf: Cara Nabi ﷺ Merespons Gerhana Matahari

Halaman:

Tags

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB