Kamis, 4 Juni 2026

Ketika Langit Terbelah dan Lautan Meluap: Gambaran Dahsyat Hari Kiamat dalam Al-Qur’a

- Rabu, 8 Oktober 2025 | 16:07 WIB
Langit terbelah, lautan meluap, dan bumi berguncang — namun di balik semua itu, ada janji Allah bagi mereka yang menjaga cahaya imannya. (Foto/Ilustrasi)
Langit terbelah, lautan meluap, dan bumi berguncang — namun di balik semua itu, ada janji Allah bagi mereka yang menjaga cahaya imannya. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id menulis, ketika lautan meluap, yang tenggelam bukan hanya daratan, tapi juga kesombongan manusia yang pernah berdiri di atasnya.

Setiap unsur alam disebut Al-Qur’an akan menjadi saksi pada hari itu.

“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi mengeluarkan beban-beban beratnya.” (QS. Az-Zalzalah: 1–2)

Manusia akan bertanya: “Apa yang terjadi pada bumi ini?”
Dan bumi menjawab dengan suaranya sendiri — menceritakan setiap langkah, setiap dosa, setiap amal yang pernah dilakukan manusia di atasnya.

Menurut KH. Sulaiman Habibi, pengajar tafsir klasik di Jakarta, ayat ini menunjukkan bahwa alam memiliki memori spiritual.
“Bumi bukan benda mati. Ia mencatat setiap perbuatan manusia, dan pada hari kiamat, ia akan bersaksi di hadapan Allah,” katanya.

Baca Juga: Tanda-Tanda Kiamat: Ketika Dunia Perlahan Kehilangan Nur Cahaya

Kiamat bukan sekadar kehancuran alam, tapi berhentinya waktu itu sendiri.
Dalam QS. Al-Hajj (22:1-2) disebutkan:

“Sesungguhnya guncangan hari kiamat itu adalah sesuatu yang sangat besar. Pada hari itu kamu melihat setiap ibu menyusui lupa terhadap anak yang disusuinya, dan setiap wanita hamil keguguran kandungannya.”

Ayat ini menggambarkan kepanikan total — bukan karena rasa sakit fisik, tapi karena terhentinya seluruh sistem kehidupan.
IFA.id menulis, “Di hari itu, jam tak lagi berdetak. Detik dan menit kehilangan makna.”

Rasulullah SAW bersabda:

“Manusia akan dikumpulkan di atas bumi yang putih bersih seperti roti tipis tanpa tanda dan batas.” (HR. Bukhari & Muslim)

Hadis ini menggambarkan bumi yang telah dilenyapkan gunung, lembah, dan lautan. Semua rata, tanpa arah, tanpa warna.

Baca Juga: Dari Hati ke Hati: Kekuatan Empati dalam Ajaran Rasulullah
Menurut Ustadzah Laila Hanum, ahli hadis perempuan di Surabaya, inilah simbol bahwa manusia akan setara di hadapan Allah.
“Tidak ada lagi istana atau kemiskinan, semua berdiri di padang yang sama menunggu hisab,” jelasnya.

Dalam QS. Abasa (80:33-37) disebutkan:

“Maka apabila datang suara yang memekakkan telinga, pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dari ibunya, dari ayahnya, dari istrinya dan anak-anaknya.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X