Suara itu bukan ledakan, melainkan tiupan sangkakala oleh Malaikat Israfil.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sangkakala akan ditiup, maka semua yang di langit dan di bumi akan jatuh pingsan kecuali yang dikehendaki Allah.” (HR. Muslim)
Baca Juga: Ketika Kebaikan Menular: Menolong Sesama Sebagai Amal Jariyah
IFA.id menulis, “Suara itu bukan sekadar bunyi, tapi panggilan Allah kepada seluruh ciptaan untuk kembali. Tiupan itu adalah tanda bahwa waktu telah usai.”
Kisah tentang langit terbelah dan lautan meluap bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menyadarkan.
Kiamat bukanlah mitos, tapi janji Allah yang pasti terjadi.
Namun, Al-Qur’an juga menegaskan bahwa Allah Maha Pengampun bagi mereka yang kembali sebelum semuanya tiba.
“Sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya. Tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.” (QS. Ghafir: 59)
IFA.id mencatat bahwa banyak ulama menyarankan agar kisah kiamat dipelajari bukan untuk menghitung kapan, tapi untuk memperbaiki bagaimana.
Baca Juga: Menolong Diam-Diam: Amalan Rahasia yang Ditinggikan Allah
“Setiap hari adalah kesempatan menunda kiamat kecil dalam diri,” tulis IFA.id dalam renungannya.
Kiamat pribadi terjadi setiap kali manusia berhenti berbuat baik.
Dan kebangkitan dimulai ketika manusia kembali beriman.
Ketika langit terbelah dan lautan meluap, dunia akan berakhir. Tapi bagi orang beriman, itu adalah awal kehidupan yang sejati.
Al-Qur’an menutup dengan janji penuh harapan:
“Pada hari itu, wajah-wajah berseri-seri, memandang kepada Tuhannya.” (QS. Al-Qiyamah: 22-23)
IFA.id menulis dalam penutupnya:
“Hari kiamat bukan akhir cerita manusia, melainkan awal dari kepulangan yang paling agung — saat langit retak, tapi cahaya iman tetap utuh di dalam dada.”
Artikel Terkait
Mengapa Doa Setelah Sholat Membuat Iman Lebih Kuat?
Kumpulan Doa Setelah Sholat agar Tidak Lupa Ibadah
Doa Setelah Sholat agar Dijauhkan dari Lalai Ibadah
Keutamaan Doa Setelah Sholat untuk Istiqomah dan Taqwa
Doa Ibu yang Menyelamatkan Sang Anak dari Kecelakaan Maut