Selain itu, tato juga memiliki sisi kesehatan yang berisiko. Infeksi, alergi tinta, hingga potensi hepatitis bisa mengintai. Dari sisi medis, larangan tato ternyata punya hikmah tersendiri: menjaga tubuh tetap sehat dan bersih.
Baca Juga: Momen Lebaran, Anak Yatim Dapat Santunan Berlimpah
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah: apakah tato membatalkan shalat atau ibadah lainnya?Jawabannya, tato tidak membatalkan ibadah. Shalat tetap sah, puasa tetap sah, haji tetap sah.
Namun, keberadaan tato dianggap sebagai dosa jika sengaja dibuat, berdasarkan hukum yang disampaikan para ulama.
Di sisi lain, tato bisa menimbulkan kendala saat proses bersuci. Jika tinta tato menutup pori-pori atau lapisan kulit, bisa saja menghalangi air wudhu. Walau secara medis, tato biasanya berada di lapisan dermis sehingga air tetap mengenai kulit, tetap ada perdebatan dalam masalah fiqih.
Banyak Muslim yang memutuskan bertato di masa lalu, lalu setelah hijrah merasa menyesal. Dalam kasus seperti ini, ulama memberi solusi.
Baca Juga: Pengusaha Muda Bangun Pesantren Gratis untuk Anak Yatim
Jika memungkinkan, tato bisa dihapus dengan metode medis modern seperti laser. Namun, jika penghapusan menimbulkan risiko lebih besar (luka parah, biaya besar, atau sakit berat), maka cukup bertaubat dan tidak perlu menghapusnya.
Allah Maha Penerima taubat. Selama ada penyesalan dan tekad untuk tidak mengulanginya, dosa bisa diampuni.
Tak bisa dipungkiri, di sebagian masyarakat Muslim, tato masih identik dengan citra negatif: preman, kriminal, atau orang jauh dari agama. Padahal, tato hanyalah simbol di kulit, sementara iman dan takwa tak bisa diukur dari tampilan luar semata.
IFA.id mencatat, fenomena ini mengingatkan bahwa Islam selalu mengajarkan keseimbangan. Hukum tato memang jelas cenderung haram, tapi perlakuan terhadap orang bertato harus tetap berlandaskan kasih sayang, bukan diskriminasi.
Baca Juga: Doa Tulus Anak Yatim Menggetarkan Hati Jamaah Masjid
Mungkin ada yang merasa dilema: ingin mengekspresikan seni tanpa melanggar syariat. Di sinilah muncul alternatif: seni kaligrafi, henna, atau desain non-permanen.
Kaligrafi Arab yang ditulis di tangan dengan tinta sementara, misalnya, tetap bisa menghadirkan rasa indah tanpa melanggar aturan agama.
Henna juga banyak dipakai dalam budaya pernikahan Muslim, bahkan dianjurkan karena menambah keindahan.Tato dalam Islam bukan sekadar soal seni tubuh, melainkan persoalan kepatuhan pada syariat.