Kamis, 4 Juni 2026

Tato dalam Islam, sekadar seni atau pelanggaran syariat?

- Kamis, 18 September 2025 | 09:58 WIB
Tato sering dipandang seni, tapi dalam Islam ada batas syariat yang tak boleh dilupakan. IFA.id merangkum pandangan ulama soal tato: seni atau pelanggaran? (Foto/Ilustrasi)
Tato sering dipandang seni, tapi dalam Islam ada batas syariat yang tak boleh dilupakan. IFA.id merangkum pandangan ulama soal tato: seni atau pelanggaran? (Foto/Ilustrasi)

Selain itu, tato juga memiliki sisi kesehatan yang berisiko. Infeksi, alergi tinta, hingga potensi hepatitis bisa mengintai. Dari sisi medis, larangan tato ternyata punya hikmah tersendiri: menjaga tubuh tetap sehat dan bersih.

Baca Juga: Momen Lebaran, Anak Yatim Dapat Santunan Berlimpah

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah: apakah tato membatalkan shalat atau ibadah lainnya?Jawabannya, tato tidak membatalkan ibadah. Shalat tetap sah, puasa tetap sah, haji tetap sah.

Namun, keberadaan tato dianggap sebagai dosa jika sengaja dibuat, berdasarkan hukum yang disampaikan para ulama.

Di sisi lain, tato bisa menimbulkan kendala saat proses bersuci. Jika tinta tato menutup pori-pori atau lapisan kulit, bisa saja menghalangi air wudhu. Walau secara medis, tato biasanya berada di lapisan dermis sehingga air tetap mengenai kulit, tetap ada perdebatan dalam masalah fiqih.

Banyak Muslim yang memutuskan bertato di masa lalu, lalu setelah hijrah merasa menyesal. Dalam kasus seperti ini, ulama memberi solusi.

Baca Juga: Pengusaha Muda Bangun Pesantren Gratis untuk Anak Yatim

Jika memungkinkan, tato bisa dihapus dengan metode medis modern seperti laser. Namun, jika penghapusan menimbulkan risiko lebih besar (luka parah, biaya besar, atau sakit berat), maka cukup bertaubat dan tidak perlu menghapusnya.

Allah Maha Penerima taubat. Selama ada penyesalan dan tekad untuk tidak mengulanginya, dosa bisa diampuni. 

Tak bisa dipungkiri, di sebagian masyarakat Muslim, tato masih identik dengan citra negatif: preman, kriminal, atau orang jauh dari agama. Padahal, tato hanyalah simbol di kulit, sementara iman dan takwa tak bisa diukur dari tampilan luar semata.

IFA.id mencatat, fenomena ini mengingatkan bahwa Islam selalu mengajarkan keseimbangan. Hukum tato memang jelas cenderung haram, tapi perlakuan terhadap orang bertato harus tetap berlandaskan kasih sayang, bukan diskriminasi.

Baca Juga: Doa Tulus Anak Yatim Menggetarkan Hati Jamaah Masjid

Mungkin ada yang merasa dilema: ingin mengekspresikan seni tanpa melanggar syariat. Di sinilah muncul alternatif: seni kaligrafi, henna, atau desain non-permanen.

Kaligrafi Arab yang ditulis di tangan dengan tinta sementara, misalnya, tetap bisa menghadirkan rasa indah tanpa melanggar aturan agama.

Henna juga banyak dipakai dalam budaya pernikahan Muslim, bahkan dianjurkan karena menambah keindahan.Tato dalam Islam bukan sekadar soal seni tubuh, melainkan persoalan kepatuhan pada syariat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X