Karya Besar: Kitab Sabilal Muhtadin
Sekembalinya ke Banjar, Syekh Arsyad menulis kitab fenomenal berjudul Sabilal Muhtadin. Kitab ini membahas fikih mazhab Syafi’i dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat Nusantara.
Kitab ini menjadi rujukan utama di pesantren, masjid, dan madrasah, tidak hanya di Kalimantan, tetapi juga di Malaysia, Brunei, dan Patani (Thailand Selatan). Hingga kini, kitab tersebut masih diajarkan di banyak lembaga pendidikan Islam.
Selain Sabilal Muhtadin, ia juga menulis:
- Tuhfaturraghibin – membahas tasawuf dan akhlak.
- Luqtat al-Ajlan – kitab fikih praktis.
- al-Qaul al-Mukhtashar – tentang hisab dan falak.
Ulama dan Penyebar Islam di Kalimantan
Syekh Arsyad bukan hanya penulis, tetapi juga dai. Ia menyebarkan Islam di pedalaman Kalimantan, mendirikan pesantren, dan mengajarkan masyarakat hukum Islam.
Kehadirannya memperkuat syiar Islam di Banjar. Bahkan, Sultan Banjar menjadikannya penasihat kerajaan dalam urusan agama. Dengan pengaruhnya, Islam semakin kokoh menjadi identitas masyarakat Banjar.
Jejak Murid dan Jaringan Keilmuan
Syekh Arsyad mendidik banyak murid yang kelak menjadi ulama penting. Di antaranya adalah Syekh Muhammad Asy’ari dan Syekh Muhammad Khalid, yang melanjutkan dakwah di Kalimantan.