Di IFA.id-Kami percaya setiap daerah di Nusantara menyimpan kisah ulama besar yang memberi cahaya bagi dunia. Dari tepian Sungai Martapura, Kalimantan Selatan, lahir seorang ulama besar bernama Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari.
Namanya dikenal bukan hanya di tanah Banjar, tetapi juga di Asia Tenggara. Karyanya yang monumental, Sabilal Muhtadin, menjadi rujukan fikih Syafi’i di berbagai negeri Muslim hingga hari ini.
Latar Belakang dan Masa Kecil
Syekh Arsyad lahir pada tahun 1710 di Lok Gabang, Martapura. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan kecerdasan luar biasa. Kisah populer menceritakan bahwa ia mampu membaca dan memahami kitab agama ketika usianya masih belia.
Kecerdasan itu membuat Sultan Banjar saat itu, Sultan Tahmidullah, mengirimnya ke Mekkah untuk menuntut ilmu. Perjalanan panjang dari Kalimantan ke Hijaz membuka jalan bagi Arsyad menjadi ulama besar.
Perjalanan Ilmu ke Tanah Suci
Di Mekkah, Arsyad belajar pada banyak ulama terkenal, termasuk Syekh Ibrahim al-Kurani dan Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Samman. Ia juga sempat menimba ilmu di Madinah.
Selama lebih dari 30 tahun di Tanah Suci, Arsyad mendalami fikih, tafsir, hadis, dan tasawuf. Jaringan keilmuannya sangat luas, membuatnya dihormati sebagai ulama internasional.
Artikel Terkait
Syekh Nawawi al-Bantani: Ulama dari Banten yang Jadi Guru Dunia
Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi: Imam Besar Nusantara di Masjidil Haram