Baca Juga: Mengapa R.A. Kartini Terinspirasi Tafsir Shaleh Darat?
Di era digital, apa yang dilakukan Hasbi terasa semakin relevan. Bahasa yang membumi, ilmiah, dan kontekstual masih dibutuhkan. Banyak generasi muda yang mencari tafsir praktis dalam bahasa mereka sehari-hari.
Tafsir An-Nur bisa dianggap sebagai pendahulu dari berbagai tafsir populer kontemporer, termasuk gaya Quraish Shihab dengan Al-Mishbah. Tanpa Hasbi, mungkin jalan tafsir berbahasa Indonesia tidak akan semudah sekarang.
Tafsir An-Nur karya Hasbi Ash-Shiddieqy adalah warisan besar bagi umat Islam Indonesia. Dengan keberanian menulis tafsir dalam bahasa Indonesia, Hasbi membuka akses luas bagi umat untuk memahami al-Qur’an.
Artikel ini disarikan dari buku Kajian Kitab Tafsir Indonesia karya Waliko M.A, dkk. (2021), yang mengulas perjalanan tafsir Nusantara dari masa ke masa.
Sumber:
Waliko M.A, dkk. *Kajian Kitab Tafsir Indonesia*. Jombang: CV Nakomu, 2021.