Kamis, 4 Juni 2026

Tafsir An-Nur: Warisan Hasbi Ash-Shiddieqy untuk Indonesia

photo author
- Senin, 25 Agustus 2025 | 04:41 WIB
Kitab tafsir berbahasa Indonesia pertama yang akademis dan membumi.
Kitab tafsir berbahasa Indonesia pertama yang akademis dan membumi.

Baca Juga: Mengapa R.A. Kartini Terinspirasi Tafsir Shaleh Darat?

Di era digital, apa yang dilakukan Hasbi terasa semakin relevan. Bahasa yang membumi, ilmiah, dan kontekstual masih dibutuhkan. Banyak generasi muda yang mencari tafsir praktis dalam bahasa mereka sehari-hari.

Tafsir An-Nur bisa dianggap sebagai pendahulu dari berbagai tafsir populer kontemporer, termasuk gaya Quraish Shihab dengan Al-Mishbah. Tanpa Hasbi, mungkin jalan tafsir berbahasa Indonesia tidak akan semudah sekarang.

Tafsir An-Nur karya Hasbi Ash-Shiddieqy adalah warisan besar bagi umat Islam Indonesia. Dengan keberanian menulis tafsir dalam bahasa Indonesia, Hasbi membuka akses luas bagi umat untuk memahami al-Qur’an.

Artikel ini disarikan dari buku Kajian Kitab Tafsir Indonesia karya Waliko M.A, dkk. (2021), yang mengulas perjalanan tafsir Nusantara dari masa ke masa.

Sumber:
Waliko M.A, dkk. *Kajian Kitab Tafsir Indonesia*. Jombang: CV Nakomu, 2021.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X