Baca Juga: Tradisi Mulia: Kiai Ingatkan Pentingnya Bismillah Sejak Dini
Pada akhirnya, pamer hanya akan meninggalkan kekosongan. Pengakuan manusia bersifat sementara. Ketika sorotan memudar, seseorang akan kembali merasa kosong jika hatinya tidak pernah dibangun dengan ketulusan. IFA.id melihat bahwa hidup yang mengejar pujian tidak akan pernah tenang.
Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati muncul dari hati yang merasa cukup, bersyukur, dan tidak bergantung pada pandangan manusia. Ketika seseorang menjauh dari pamer, ia sedang melindungi dirinya dari riyaa dan menjaga nilai amalnya tetap bersih.
Artikel Terkait
Dampak Ghibah terhadap Kesehatan Mental dan Cara Menghindarinya
Mengatur Waktu dengan Baik dalam Islam untuk Mengurangi Stres
Kesehatan Mental dan Pola Makan dalam Islam: Hubungannya dengan Jiwa
Islamic Healing: Cara Islam Mengobati Luka Batin
Nikah Beda Agama: Antara Cinta dan Aturan Negara