Kamis, 4 Juni 2026

Mengapa Menuntut Ilmu Disebut Ibadah? Ini Penjelasan Ulama

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 12:31 WIB
menuntut ilmu ibadah, penjelasan ulama, pahala ilmu. (Foto/Ilustrasi)
menuntut ilmu ibadah, penjelasan ulama, pahala ilmu. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id melansir, banyak ulama kontemporer juga menekankan bahwa ibadah menuntut ilmu harus dihidupkan kembali di era modern bukan hanya di pesantren, tapi juga di kampus dan ruang digital.

Ilmu Dunia dan Ilmu Akhirat: Dua Sisi yang Tak Terpisahkan

Sering kali muncul pertanyaan: apakah ilmu dunia juga termasuk ibadah? Jawabannya: tergantung niat.

Jika seseorang belajar kedokteran untuk menyembuhkan umat, ekonomi untuk menegakkan keadilan, atau teknologi untuk memajukan kesejahteraan manusia, maka semua itu bernilai ibadah.

Baca Juga: Cahaya di Waktu Subuh: Sholat Sunnah Fajr dan Rahasia Perlindungan Sepanjang Hari

Syekh Yusuf Al-Qaradawi dalam bukunya Al-‘Ibadah fil Islam menulis, “Segala aktivitas dunia akan bernilai ibadah jika diniatkan untuk kebaikan dan dilakukan dengan cara yang diridhai Allah.”

IFA.id menegaskan, di sinilah letak fleksibilitas Islam: ibadah tidak hanya di masjid, tapi juga di laboratorium, ruang kelas, dan dunia digital.

Cinta Guru dan Adab Ilmu

Belajar tidak mungkin lepas dari bimbingan seorang guru. Dalam tradisi Islam, guru bukan sekadar pengajar, tapi pembimbing spiritual.

Kisah Imam Syafi’i dan gurunya, Imam Malik, sering dijadikan teladan: Syafi’i muda tak berani membalik halaman kitab di hadapan gurunya karena takut mengganggu keheningan majelis.

Baca Juga: Cahaya di Waktu Subuh: Sholat Sunnah Fajr dan Rahasia Perlindungan Sepanjang Hari

Adab seperti ini adalah bagian dari ibadah ilmu. Sebab, tanpa adab, ilmu kehilangan berkahnya.
IFA.id merangkum, adab dalam belajar mencakup kesopanan, kerendahan hati, dan kesungguhan dalam memahami, bukan sekadar menghafal.

Ilmu Tanpa Amal: Cermin yang Buram

Islam tidak mengagungkan pengetahuan kosong. Rasulullah ﷺ berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat. Artinya, ilmu harus melahirkan perubahan: memperbaiki akhlak, meningkatkan empati, dan menumbuhkan tanggung jawab sosial.

Dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa ilmu tanpa amal ibarat “awan tanpa hujan.” Ia tampak indah, tapi tak memberi kehidupan. IFA.id menekankan, ibadah ilmu menuntut keseimbangan: antara belajar, berbuat, dan mengajarkan kembali kepada orang lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X