IFA.id - Di sebuah majelis kecil, seorang guru membuka kitab kuning usang. Cahaya redup dari lampu minyak menari di dinding.
“Setiap langkah menuju ilmu, langkah menuju surga,” ucapnya lirih. Murid-murid menunduk khusyuk. Kata-kata itu menembus hati sebab mereka tahu, belajar bukan sekadar mencari tahu, tapi mencari ridha Allah.
Ilmu sebagai Cahaya Ibadah
Dalam pandangan Islam, menuntut ilmu sejajar dengan ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).
Hadis ini menjelaskan bahwa aktivitas belajar tidak hanya bernilai duniawi, tapi juga ukhrawi.
Baca Juga: Belajar dengan Niat Ibadah: Rahasia Ilmu yang Membawa Berkah
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menulis, “Ilmu adalah cahaya yang menuntun hati menuju Allah.” Artinya, ilmu sejati bukan hanya pengetahuan rasional, melainkan sarana mengenal Sang Pencipta.
IFA.id mencatat, di sinilah letak keindahan Islam: setiap aktivitas yang diniatkan karena Allah berubah menjadi ibadah, termasuk membaca buku, mendengarkan guru, atau berdiskusi tentang kebaikan.
Pandangan Ulama: Ilmu Sebagai Jalan Menuju Allah
Ulama klasik seperti Imam Nawawi dan Ibn Qayyim sepakat bahwa niat menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa.
Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menegaskan, “Ilmu yang bermanfaat adalah yang mendekatkan kepada Allah, bukan sekadar memperbanyak pengetahuan.”
Baca Juga: Kedamaian di Tengah Malam: Rahasia Sholat Sunnah Tahajud dalam Menyembuhkan Jiwa
Sedangkan Ibn Qayyim menjelaskan dalam Miftah Dar as-Sa’adah, bahwa ilmu adalah “pohon yang buahnya adalah amal.” Jika ilmu tidak membuahkan amal saleh, ia seperti pohon kering tanpa manfaat.
Artikel Terkait
Sakit Tak Selalu Buruk: 5 Hikmah yang Sering Terlupa Menurut Islam
Cahaya di Balik Sujud: Sholat Sunnah Sebagai Ketenangan Jiwa Generasi Muslim
Di Saat Dunia Tidur: Rahasia Keajaiban Sholat Tahajud yang Menggetarkan Hati
Kedamaian Jiwa dalam Sujud: Manfaat Sholat Tahajud bagi Ketenangan Hati
Dua Rakaat Pembuka Rezeki: Sholat Dhuha Sebagai Energi Positif Kehidupan