Kamis, 4 Juni 2026

Trans7 dan Tugas Baru Media: Mengembalikan Martabat Budaya Pesantren

- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 15:18 WIB
Ketika layar televisi menjadi jendela kearifan — Trans7 dan pesantren berjalan beriringan, menghidupkan kembali martabat budaya, adab, dan ilmu di tengah arus zaman. (Foto/Ilustrasi)
Ketika layar televisi menjadi jendela kearifan — Trans7 dan pesantren berjalan beriringan, menghidupkan kembali martabat budaya, adab, dan ilmu di tengah arus zaman. (Foto/Ilustrasi)

Di tengah hiruk pikuk tayangan viral dan algoritma klik, pesantren tetap berdiri tegak sebagai benteng moral bangsa. Tugas media seperti Trans7 bukan untuk menjual cerita, tapi menjaga martabat. Bukan hanya menayangkan pesantren, tapi memahami pesantren.

Karena jika pesantren adalah cahaya, maka media adalah cermin.
Dan cermin yang jernih tak hanya memantulkan rupa, tapi juga memancarkan makna. 

Baca Juga: Menahan yang Tak Perlu: Cara Puasa Sunnah Menjernihkan Hati dan Pikiran

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X