Di tengah hiruk pikuk tayangan viral dan algoritma klik, pesantren tetap berdiri tegak sebagai benteng moral bangsa. Tugas media seperti Trans7 bukan untuk menjual cerita, tapi menjaga martabat. Bukan hanya menayangkan pesantren, tapi memahami pesantren.
Karena jika pesantren adalah cahaya, maka media adalah cermin.
Dan cermin yang jernih tak hanya memantulkan rupa, tapi juga memancarkan makna.
Baca Juga: Menahan yang Tak Perlu: Cara Puasa Sunnah Menjernihkan Hati dan Pikiran
Artikel Terkait
Misteri Larangan Tidur Pagi di Pesantren: Antara Disiplin dan Barokah
Hening yang Menyapa Langit: Saat Puasa Sunnah Menjadi Doa yang Tak Terucap
Larangan Santri Keluar Tanpa Izin: Bentuk Pengendalian Diri yang Mulia