Kamis, 4 Juni 2026

Budaya Pesantren Disalahpahami: Di Mana Peran Media Islam?

- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 12:57 WIB
Media bisa merekam pesantren, tapi hanya hati yang bisa memahaminya. Saat kamera menangkap citra, santri menanam makna. (Foto/Ilustrasi)
Media bisa merekam pesantren, tapi hanya hati yang bisa memahaminya. Saat kamera menangkap citra, santri menanam makna. (Foto/Ilustrasi)

Di tengah derasnya arus informasi, pesantren sebenarnya tak menolak publikasi.
Banyak kiai kini membuka diri terhadap media, asalkan liputan dilakukan dengan niat yang benar.
Bagi mereka, kamera bukan musuh, selama digunakan untuk mengenalkan nilai.

Beberapa pesantren bahkan mulai membangun media internal: buletin, kanal YouTube, hingga radio dakwah. Langkah kecil ini menunjukkan bahwa pesantren juga ingin bicara, bukan hanya dibicarakan.

Doa Penuntut Ilmu dan Penyampai Kebenaran

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

Allāhumma arinal-ḥaqqa ḥaqqan warzuqnā ittibā‘ah, wa arinal-bāṭila bāṭilan warzuqnā ijtinābah.

Artinya:
Ya Allah, tunjukkan kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya. Tunjukkan kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya.

Baca Juga: Hening yang Menyapa Langit: Saat Puasa Sunnah Menjadi Doa yang Tak Terucap

Doa ini menjadi penuntun bagi jurnalis Muslim dan siapa pun yang ingin menyampaikan kebenaran tanpa mencederai kehormatan.

Budaya pesantren bukan warisan masa lalu, tapi panduan masa depan. Ketika media gagal memahami, tugas kita bukan marah, tapi menjelaskan. Melalui narasi yang adil, santun, dan berimbang, wajah pesantren akan kembali bersinar bukan karena sensasi, tapi karena makna.

IFA.id percaya, media Islam sejati bukan hanya menyiarkan berita, tapi juga menyalakan cahaya.
Cahaya yang tak silau, tapi menuntun seperti lentera kecil di tengah derasnya arus informasi modern.

Baca Juga: Misteri Larangan Tidur Pagi di Pesantren: Antara Disiplin dan Barokah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X