Kamis, 4 Juni 2026

Ketika Pesantren Jadi Konten: Trans7 dan Krisis Representasi Budaya Islam

- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 12:35 WIB
Di balik kamera yang merekam kehidupan pesantren, ada kisah yang lebih dalam: perjuangan menjaga adab dan makna di tengah dunia yang sibuk menonton. (Foto/Ilustrasi)
Di balik kamera yang merekam kehidupan pesantren, ada kisah yang lebih dalam: perjuangan menjaga adab dan makna di tengah dunia yang sibuk menonton. (Foto/Ilustrasi)

Doa untuk Media dan Pemahaman

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

Allāhumma arinal-ḥaqqa ḥaqqan warzuqnā ittibā‘ah, wa arinal-bāṭila bāṭilan warzuqnā ijtinābah.

Baca Juga: Misteri Larangan Tidur Pagi di Pesantren: Antara Disiplin dan Barokah

Artinya:
Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang benar sebagai kebenaran dan karuniakanlah kemampuan untuk mengikutinya. Tunjukkanlah kepada kami yang batil sebagai kebatilan dan berilah kekuatan untuk menjauhinya.

Doa ini menjadi refleksi agar media, penonton, dan masyarakat selalu mencari kebenaran, bukan sekadar sensasi.

Ketika pesantren muncul di layar, yang terlihat bukan hanya bangunan atau seragam santri.
Yang harusnya tersampaikan adalah nilai: kesederhanaan, keikhlasan, dan adab.

Namun di tengah derasnya industri hiburan, nilai-nilai itu kerap tergeser oleh keinginan “mencari rating”.

Baca Juga: Dari Ngaji ke Adab: Bagaimana Larangan di Pesantren Mendidik Jiwa Tangguh

IFA.id mengingatkan, media memiliki kekuatan membentuk citra publik. Jika pesantren direpresentasikan dengan benar, ia bisa menjadi inspirasi nasional. Tapi jika disalahpahami, ia bisa menjadi bahan candaan yang menyesatkan.

Di sinilah pentingnya kesadaran kolektif antara media, pesantren, dan penonton untuk memahami bahwa setiap tayangan adalah cermin budaya. Dan pesantren, seharusnya, bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan.

Baca Juga: Larangan Pacaran di Pesantren: Bukan Soal Cinta, Tapi Soal Martabat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X