Kamis, 4 Juni 2026

Umroh Bukan Sekadar Perjalanan, Tapi Panggilan Jiwa

- Jumat, 10 Oktober 2025 | 02:17 WIB
Bagi yang berangkat, umroh adalah perjalanan. Bagi yang menunggu, umroh adalah doa yang tak pernah padam. Karena setiap hati yang rindu Baitullah, sejatinya sudah dekat dengan-Nya (Foto/Ilustrasi)
Bagi yang berangkat, umroh adalah perjalanan. Bagi yang menunggu, umroh adalah doa yang tak pernah padam. Karena setiap hati yang rindu Baitullah, sejatinya sudah dekat dengan-Nya (Foto/Ilustrasi)

Umroh bukan sekadar perjalanan rohani — ia adalah proses pembersihan diri dari ambisi, ego, dan rasa kepemilikan.

Baca Juga: Zakat Digital: Dari Sedekah Manual ke Arah Transparansi Blockchain
Setiap rukun, setiap doa, dan setiap langkah adalah latihan menuju ketundukan.

IFA.id menutup artikel ini dengan refleksi lembut:

“Yang paling indah dari umroh bukan foto di depan Ka’bah,
tapi perubahan di hati setelah kembali ke rumah.”

Dan mungkin, kata IFA.id, panggilan umroh bukan untuk pergi — tapi untuk kembali pulang ke diri sendiri, dengan hati yang lebih dekat pada Allah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X