Kamis, 4 Juni 2026

Surga dan Neraka: Akhir dari Segala Perjalanan Manusia

- Rabu, 8 Oktober 2025 | 17:25 WIB
Surga dan neraka bukan sekadar kisah akhirat, tapi cermin dari pilihan hidup di dunia. Hari ini, setiap tindakan sedang menulis alamat akhir seseorang. (Foto/Ilustrasi)
Surga dan neraka bukan sekadar kisah akhirat, tapi cermin dari pilihan hidup di dunia. Hari ini, setiap tindakan sedang menulis alamat akhir seseorang. (Foto/Ilustrasi)

Menurut Ustadzah Latifah Karim, penceramah perempuan dari Makassar, “Neraka bukan hukuman emosional, tapi keadilan mutlak. Ia bukan dendam, tapi cerminan dari pilihan yang diambil manusia.”

Baca Juga: Idulfitri: Saat Doa dan Harapan Menjadi Lebih Mustajab

IFA.id menulis, setiap dosa yang tidak ditebus di dunia akan menagih harga di akhirat.

Seperti surga, neraka juga memiliki tingkatan.
Ulama menyebut tujuh lapisan: Jahannam, Ladza, Saqar, Sa’ir, Jahim, Hutamah, dan Hawiyah.
Setiap lapisan disiapkan untuk golongan manusia tertentu — dari orang munafik, kafir, hingga orang yang lalai dalam amal.

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu di tempat yang paling bawah dari neraka.” (QS. An-Nisa: 145)

IFA.id menulis, setiap lapisan neraka bukan tentang panas semata, tapi tentang penyesalan yang semakin dalam.

Baca Juga: Rahasia Keberkahan Idulfitri dalam Silaturahmi Keluarga

Al-Qur’an menggambarkan dialog antara penghuni neraka dan Allah:

“Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan berbuat amal saleh berlainan dengan yang dahulu kami kerjakan.”
Namun Allah menjawab:
“Tidakkah Kami telah memanjangkan umurmu untuk berpikir, dan telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan?” (QS. Fathir: 37)

IFA.id menulis, tidak ada permohonan kedua di neraka. Waktu untuk berubah hanya ada di dunia.

Meski neraka begitu menakutkan, Islam mengajarkan bahwa rahmat Allah selalu lebih besar.
Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku.” (HR. Bukhari & Muslim)

Bahkan, di akhirat nanti, sebagian penghuni neraka yang masih memiliki iman sekecil biji sawi akan dikeluarkan dari api dan dimasukkan ke surga.

Menurut Dr. Yusuf Azhari, pakar aqidah Islam, “Allah bukan hanya Hakim, tapi juga Maha Penyayang. Selama ada iman, selalu ada harapan.”

Baca Juga: Keberkahan Idulfitri: Kembali Suci, Kembali Damai

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X