Surga memiliki tingkatan, sebagaimana disebut dalam hadis:
“Sesungguhnya di surga ada seratus derajat, jarak antara dua derajat seperti jarak antara langit dan bumi.” (HR. Tirmidzi)
Tingkatan tertinggi disebut Jannatul Firdaus, tempat bagi orang yang paling dekat dengan Allah.
Sedangkan tingkatan lain seperti Darul Maqamah, Adn, dan Na’im diberikan kepada hamba yang beriman dan beramal baik sesuai kadar kesalehannya.
Baca Juga: Makna Keberkahan Berbagi di Hari Idulfitri
IFA.id menulis, setiap langkah kecil menuju kebaikan adalah tangga ke surga. Dan setiap dosa yang dihindari adalah batu pijakan menuju ampunan.
Surga bukan sekadar taman hijau dan sungai susu.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa penghuni surga tidak akan tua, tidak akan sakit, tidak akan bersedih.
“Mereka tidak akan mati, pakaian mereka tidak usang, dan kenikmatan mereka tidak akan berakhir.” (HR. Muslim)
Namun kenikmatan terbesar bukanlah istana atau sungai, melainkan melihat wajah Allah SWT.
“Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri, memandang kepada Tuhannya.” (QS. Al-Qiyamah: 22–23)
IFA.id menulis, di dunia manusia sibuk mencari kebahagiaan. Di surga, kebahagiaan itu menemukan manusia.
Baca Juga: Makna Keberkahan Berbagi di Hari Idulfitri
Jika surga adalah tempat rahmat, maka neraka adalah tempat keadilan.
Allah berfirman dalam QS. Al-Mulk (67:6–7):
“Dan bagi orang-orang kafir kepada Tuhannya, azab neraka Jahanam; dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”
Dalam hadis disebutkan bahwa api neraka dinyalakan selama 70 tahun hingga menjadi hitam pekat.
“Api dunia hanyalah satu dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka.” (HR. Bukhari)
Artikel Terkait
Mengapa Puasa Efektif Atasi Stres & Kelelahan?
Puasa Sebagai Terapi Alami untuk Tubuh & Jiwa
Puasa dan Pentingnya Menata Hati di Tengah Hiruk Pikuk Dunia
Doa Pendek Setelah Sholat agar Hidup Lancar dan Tenang
Bacaan Doa Ringkas Seusai Sholat untuk Perlindungan Sehari-hari