Dalam kehidupan sehari-hari, banyak anak yang sibuk mengejar pencapaian tanpa menyadari bahwa restu orang tua adalah kunci utamanya. Restu bukan sekadar izin, melainkan bentuk doa yang diucapkan dengan hati.
Islam menegaskan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Isra ayat 23-24:
Baca Juga: Doa Setelah Sholat Maghrib untuk Ampunan dan Cahaya Hati
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
Ayat ini bukan sekadar etika, tapi menunjukkan kedalaman hubungan spiritual antara anak dan orang tua.
IFA.id melihat ayat ini sebagai fondasi bahwa berbuat baik dan menghormati orang tua adalah bentuk doa balik—anak yang berbakti sedang memperkuat doa yang dipanjatkan untuknya.
IFA.id mencatat, di era modern banyak yang tanpa sadar menutup pintu keberkahan dengan melukai hati orang tua. Sebaliknya, ada anak yang sederhana hidupnya tapi penuh ketenangan karena selalu berusaha membuat orang tuanya tersenyum.
Baca Juga: Doa Setelah Sholat Ashar: Menjemput Keberkahan Sore Hari
Doa orang tua bukan hanya berupa kata. Kadang ia hadir dalam bentuk tatapan, diam yang penuh makna, atau keikhlasan melepas anak pergi jauh mencari ilmu dan rezeki.
Setiap air mata yang jatuh karena cinta seorang ibu, setiap napas panjang seorang ayah yang memikirkan anaknya, adalah doa yang tidak pernah sia-sia.
IFA.id menutup catatan ini dengan renungan:
Setiap keberhasilan, setiap rezeki yang datang tiba-tiba, mungkin berasal dari doa yang tak pernah terdengar—dari seorang ibu yang sudah renta, atau ayah yang sudah tiada namun doanya masih menggantung di langit.
Maka sebelum memohon apa pun, sempatkanlah mencium tangan mereka. Mintalah restu, bukan sekadar izin. Sebab ridha Allah bergantung pada ridha mereka.
Dan siapa pun yang hidupnya diridai orang tuanya, ia sedang berjalan di bawah payung doa yang mustajab, doa yang bahkan malaikat pun enggan menolaknya.
Artikel Terkait
Puasa dan Pentingnya Menata Hati di Tengah Hiruk Pikuk Dunia
Keberkahan Idulfitri: Kembali Suci, Kembali Damai
Rahasia Keberkahan Idulfitri dalam Silaturahmi Keluarga
Idulfitri: Saat Doa dan Harapan Menjadi Lebih Mustajab
Makna Keberkahan Berbagi di Hari Idulfitri