Kamis, 4 Juni 2026

Perbedaan Qurban dan Aqiqah: Jangan Sampai Keliru!

- Rabu, 17 September 2025 | 12:27 WIB
Qurban dan aqiqah sering dianggap sama, padahal berbeda tujuan dan waktunya. Simak penjelasan lengkapnya di IFA.id agar tidak keliru memahami dua ibadah penting ini. (Foto/Ilustrasi)
Qurban dan aqiqah sering dianggap sama, padahal berbeda tujuan dan waktunya. Simak penjelasan lengkapnya di IFA.id agar tidak keliru memahami dua ibadah penting ini. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id - mencatat, setiap kali Idul Adha tiba, banyak orang kembali mengingat ritual qurban dengan penuh suka cita.

Namun, sering kali muncul pertanyaan: apakah qurban itu sama dengan aqiqah? Sekilas memang mirip, sama-sama menyembelih hewan kambing, sapi, atau domba.

Tapi sebenarnya keduanya memiliki perbedaan mendasar, baik dari sisi hukum, waktu pelaksanaan, maupun tujuan spiritualnya. Kisah-kisah yang beredar di masyarakat sering membuatnya kabur, sehingga tak jarang ada yang keliru memaknai keduanya.

Jika ditelusuri dari sejarahnya, qurban bersumber dari peristiwa besar pengorbanan Nabi Ibrahim ketika diminta Allah untuk menyembelih putranya, Ismail.

Baca Juga: Sejarah Qurban dari Nabi Ibrahim hingga Tradisi Idul Adha

Perintah itu kemudian digantikan dengan seekor hewan sebagai bentuk ujian ketaatan. Sejak saat itulah, qurban menjadi ibadah tahunan yang dilaksanakan setiap Idul Adha.

Sementara itu, aqiqah adalah tradisi penyembelihan hewan yang disyariatkan untuk bayi yang baru lahir. Tujuannya bukan sekadar perayaan, melainkan wujud syukur orang tua kepada Allah atas karunia anak yang lahir ke dunia.

IFA.id melansir dari berbagai sumber fiqh, hukum qurban adalah sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu.

Pelaksanaannya hanya boleh pada tanggal 10–13 Zulhijjah. Sedangkan aqiqah hukumnya sunnah muakkadah bagi orang tua, biasanya dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran anak, meski sebagian ulama membolehkan hingga hari ke-14 atau ke-21.

Baca Juga: Hukum dan Syarat Sah Qurban yang Wajib Dipahami Muslim

Dari sini jelas bahwa waktu pelaksanaan qurban dan aqiqah sama sekali berbeda, sehingga tak bisa saling menggantikan.

Ada pula perbedaan dalam jumlah dan jenis hewan yang digunakan. Untuk qurban, bisa kambing, sapi, atau unta.

Seekor sapi bahkan bisa untuk tujuh orang sekaligus. Sedangkan aqiqah biasanya hanya kambing atau domba, dengan ketentuan dua ekor untuk bayi laki-laki dan satu ekor untuk bayi perempuan.

Hal ini menunjukkan bahwa aqiqah lebih bersifat personal, sedangkan qurban bisa bersifat kolektif dan berdampak luas kepada masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X