Kamis, 4 Juni 2026

Aqiqah atau Sedekah, Mana yang Didahulukan?

- Selasa, 16 September 2025 | 11:47 WIB
Aqiqah adalah sunnah muakkadah, sedangkan sedekah adalah amal yang luas pahalanya. Keduanya mulia, namun mendahulukan yang lebih utama sesuai syariat adalah bentuk ketaatan yang bijak. (Foto/Ilustrasi)
Aqiqah adalah sunnah muakkadah, sedangkan sedekah adalah amal yang luas pahalanya. Keduanya mulia, namun mendahulukan yang lebih utama sesuai syariat adalah bentuk ketaatan yang bijak. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - Pernah ada momen ketika sebuah keluarga baru saja dikaruniai anak pertama, namun kondisi keuangan belum begitu stabil. Di satu sisi, ada kewajiban syariat untuk melaksanakan aqiqah sebagai bentuk syukur dan ibadah.

Di sisi lain, ada kebutuhan untuk tetap berbagi melalui sedekah agar keberkahan hidup terus mengalir. Pertanyaan pun muncul: mana yang sebaiknya didahulukan, aqiqah atau sedekah?.

Pertanyaan ini bukan hanya persoalan hukum fiqih, tapi juga menyentuh sisi emosional dan spiritual banyak keluarga Muslim di Indonesia. IFA.id mencatat bahwa aqiqah memiliki kedudukan penting dalam Islam.

Rasulullah SAW menekankan bahwa setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, yang dilakukan pada hari ketujuh kelahiran, dengan menyembelih dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.

Baca Juga: Hukum Aqiqah: Apa Kata Ulama?

Aqiqah bukan sekadar tradisi, melainkan ibadah yang mengandung hikmah besar: menanamkan rasa syukur, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kesadaran untuk berbagi sejak dini. Namun, meski aqiqah sangat dianjurkan, hukum asalnya adalah sunnah muakkadah, bukan wajib.

Berbeda dengan aqiqah, sedekah memiliki cakupan lebih luas dan manfaat langsung yang sering kali bisa dirasakan oleh masyarakat. Sedekah bisa berupa harta, makanan, ilmu, atau bahkan sekadar senyuman yang tulus.

Sedekah juga tidak terbatas waktu, bisa dilakukan kapan saja, kepada siapa saja, dan dalam kadar berapa pun.

Dalam kondisi keuangan terbatas, sebagian orang mungkin merasa lebih ringan untuk bersedekah daripada melaksanakan aqiqah, karena sedekah bisa disesuaikan dengan kemampuan.

Baca Juga: Panduan Praktis Aqiqah di Era Modern

IFA.id melansir bahwa para ulama membedakan konteks prioritas ini berdasarkan kondisi seseorang. Jika seseorang memang memiliki kemampuan cukup, aqiqah sebaiknya tidak ditinggalkan karena itu bentuk sunnah yang sangat ditekankan.

Namun, jika kondisi finansial benar-benar sulit, maka sedekah tetap bisa menjadi pilihan utama karena sifatnya fleksibel dan manfaatnya langsung terasa bagi orang lain.

Bahkan, sebagian ulama menyebutkan bahwa melunasi kebutuhan orang miskin bisa lebih utama daripada melaksanakan aqiqah jika situasi benar-benar mendesak.

Meski begitu, penting diingat bahwa aqiqah bukanlah sekadar menyembelih hewan. Ia membawa nilai sosial yang sama dengan sedekah, karena daging aqiqah juga dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan orang miskin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X