Kamis, 4 Juni 2026

Etika Meminjam dan Memberi Pinjaman Menurut Islam

- Sabtu, 13 September 2025 | 14:02 WIB
IFA.id membahas etika meminjam dan memberi pinjaman dalam Islam, panduan syariah agar utang jadi berkah. (Foto/Ilustrasi)
IFA.id membahas etika meminjam dan memberi pinjaman dalam Islam, panduan syariah agar utang jadi berkah. (Foto/Ilustrasi)

IFA.Id -melaporkan bahwa dalam Islam, urusan meminjam dan memberi pinjaman tidak hanya sekadar transaksi finansial, tetapi juga bentuk ibadah. Setiap utang piutang diikat dengan amanah yang tinggi, sehingga keduanya perlu dijalankan dengan adil dan penuh tanggung jawab. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 282 yang memerintahkan pencatatan utang sebagai bentuk keadilan.

Baca Juga: Pinjam Uang Syariah: Solusi Tanpa Riba

Bagi pemberi pinjaman, Islam menekankan pentingnya menolong sesama tanpa mencari keuntungan yang merugikan. Memberikan pinjaman tanpa bunga atau riba dianggap sebagai amal saleh yang besar pahalanya. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa orang yang memberi kelonggaran pada orang berutang akan mendapat naungan Allah di hari kiamat.

Baca Juga: Masa Depan Startup Islami: Tren, Peluang, dan Tantangan

IFA.id mencatat bahwa bagi peminjam, etika yang harus dijunjung tinggi adalah niat tulus untuk melunasi utangnya. Islam menilai orang yang berutang dengan niat tidak membayar akan mendapatkan murka Allah. Sebaliknya, peminjam yang jujur dan berusaha melunasi akan mendapatkan pertolongan-Nya, bahkan jika menghadapi kesulitan finansial.

Baca Juga: Cara Startup Islami Membangun Ekosistem Bisnis Berkeadilan

Etika lain yang juga ditekankan adalah transparansi. Baik peminjam maupun pemberi pinjaman disarankan membuat perjanjian tertulis, dengan saksi yang adil. Langkah ini tidak hanya melindungi kedua belah pihak dari kesalahpahaman, tetapi juga menjaga hubungan baik agar tidak rusak karena masalah finansial.

Baca Juga: Cara Wudhu yang Sahih sesuai Sunnah Nabi Muhammad

Dengan menerapkan etika pinjam-meminjam menurut Islam, hubungan sosial bisa tetap harmonis. Bukan hanya soal uang, melainkan juga soal menjaga silaturahmi, keadilan, dan keberkahan dalam hidup. Sehingga, transaksi finansial tidak lagi menjadi beban, melainkan sarana mempererat ikatan kemanusiaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X