Namun, jika hanya untuk kesenangan tanpa kebutuhan, sebagian ulama tetap berhati-hati agar tidak melanggar larangan syariat terkait kebersihan dan ibadah.
Baca Juga: Najis Anjing: Panduan Menyucikan Menurut Syariat Islam
Di sisi lain, ada dimensi budaya dan psikologis yang ikut berperan. Di negara Barat, anjing sering dianggap bagian keluarga.
Sementara di sebagian masyarakat Muslim, anjing justru diasosiasikan dengan najis dan dianggap tidak layak ada di dalam rumah.
Perbedaan persepsi ini menuntut umat Islam untuk bijak: tidak serta-merta mengharamkan, tetapi juga tidak menutup mata pada syariat. Apalagi, di era globalisasi, interaksi lintas budaya semakin intens, termasuk dalam soal gaya hidup memelihara hewan.
Praktiknya, umat Islam yang ingin memelihara anjing di era modern tetap bisa melakukannya dengan memperhatikan syarat-syarat tertentu.
Baca Juga: Hukum Anjing Penjaga dan Pemburu: Apa Kata Fiqih?
Pertama, menjaga kebersihan, terutama terkait najis yang mungkin ditimbulkan. Kedua, memisahkan ruang tinggal manusia dengan kandang atau tempat anjing, sehingga tetap menjaga kesucian rumah untuk shalat.
Ketiga, memahami tujuan pemeliharaan: apakah untuk kebutuhan nyata atau sekadar ikut tren. Dengan cara ini, umat Islam bisa tetap memelihara anjing tanpa mengabaikan syariat.
Akhirnya, perdebatan soal hukum Islam memelihara anjing sebagai hewan kesayangan di era modern bukan sekadar soal boleh atau tidak.
Ini adalah soal bagaimana menyeimbangkan antara teks agama, konteks sosial, dan kebutuhan manusia.
Baca Juga: Rahasia Hikmah di Balik Larangan Najis Anjing dalam Islam
IFA.id mencatat, selama prinsip kebersihan dijaga dan tujuan pemeliharaan jelas, Islam memberi ruang ijtihad yang bijak.
Pertanyaan yang lebih penting bukan lagi sekadar “boleh atau tidak memelihara anjing”, melainkan “bagaimana cara memeliharanya agar tetap sesuai dengan nilai Islam”.
Baca Juga: Bolehkah Memelihara Anjing dalam Islam? Fakta dan Dalil Lengkap
Artikel Terkait
7 Ikon Kuliner Halal Dunia yang Jadi Warisan Budaya
Makanan Halal Terkenal Dunia, Perpaduan Rasa dan Sejarah
Kuliner Halal Kelas Dunia yang Menggugah Selera
Istighfar dan Psikologi Pemaafan Diri