IFA.id melihat, inilah alasan mengapa di kampus-kampus besar dunia pun kini mulai muncul kajian agama yang serius, bukan hanya di pesantren atau madrasah.
Baca Juga: Dari Tukang Ojek ke Hafiz Qur’an, Kisah yang Menggetarkan Hati
Akhirnya, pertanyaan kembali menggelitik: jika zaman modern penuh dengan tawaran kenyamanan, mengapa hati tetap resah? Jawabannya sederhana, karena manusia diciptakan bukan hanya untuk hidup, tetapi untuk menyembah dan mengenal Tuhannya.
Maka, pendalaman ilmu agama adalah kebutuhan dasar, sama pentingnya dengan sandang, pangan, dan papan. Tanpa itu, modernitas hanya akan menjadi panggung megah tanpa makna.
Baca Juga: Fenomena Sedekah dan Zakat di Tengah Krisis Ekonomi Global
Artikel Terkait
Baznas Catat Rekor Tertinggi Penghimpunan Zakat 2025
Mengenal Akhlak Rasulullah untuk Generasi Muda : Keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari
Transparansi Zakat: Bagaimana Lembaga Menjaga Kepercayaan Publik?
Zakat Produktif: Dari Mustahik Jadi Muzaki, Benarkah Efektif?
Startup Fintech Syariah Permudah Bayar Zakat Satu Klik