Kamis, 4 Juni 2026

Konsep Takdir dalam Islam: Pengertian, Jenis, dan Hikmahnya

photo author
Ayang Marliani, Ifa.id
- Jumat, 14 Maret 2025 | 10:00 WIB
Konsep Takdir dalam Islam: Pengertian, Jenis, dan Hikmahnya (foto-youtube)
Konsep Takdir dalam Islam: Pengertian, Jenis, dan Hikmahnya (foto-youtube)

 

IFA.di -- Takdir merupakan salah satu konsep fundamental dalam Islam yang sering menjadi perbincangan. Banyak orang bertanya-tanya tentang bagaimana takdir bekerja, apakah manusia memiliki kebebasan untuk memilih, dan bagaimana menyikapi takdir yang telah ditetapkan oleh Allah.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang konsep takdir dalam Islam, jenis-jenisnya, serta bagaimana seorang Muslim seharusnya menyikapinya.

1. Pengertian Takdir dalam Islam

Dalam Islam, takdir disebut juga sebagai qadar, yang berarti ketetapan Allah terhadap segala sesuatu. Konsep ini erat kaitannya dengan keimanan kepada qada dan qadar, yang merupakan rukun iman keenam.

Baca Juga: Ramadhan sebagai Bulan Refleksi Diri: Apa yang Bisa Kita Pelajari untuk Hidup Lebih Bermakna?

Dalil tentang Takdir

  1. QS. Al-Qamar: 49
    "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran."                                                  
  2. QS. Al-Ahzab: 38
    "Dan ketetapan Allah itu merupakan suatu ketetapan yang pasti berlaku."                                      
  3. Rasulullah SAW bersabda: "Segala sesuatu telah ditetapkan oleh Allah 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi." (HR. Muslim)

Baca Juga: BTN Akuisisi Bank Victoria Syariah Senilai Rp1,6 Triliun untuk Perkuat Layanan Syariah

2. Jenis-Jenis Takdir

Dalam Islam, takdir terbagi menjadi beberapa jenis yang memiliki karakteristik berbeda.

a. Takdir Mubram (Takdir yang Tidak Bisa Diubah)

Takdir ini bersifat mutlak dan tidak dapat diubah oleh manusia. Contohnya:

  • Kapan dan di mana seseorang lahir                                                                                                 
  • Jenis kelamin                                                                                                                                 
  • Waktu dan tempat kematian

Baca Juga: Temukan 10 Ide Ngabuburit Produktif yang Akan Mengubah Waktu Menunggu Anda Menjadi Lebih Berarti!

b. Takdir Mu'allaq (Takdir yang Bisa Berubah)

Takdir ini bergantung pada usaha dan doa manusia. Contohnya:

  • Rezeki seseorang yang dapat bertambah dengan kerja keras dan doa                                                  
  • Kesuksesan dalam hidup yang dipengaruhi oleh usaha dan strategi

Hal ini sesuai dengan firman Allah: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra’d: 11)

3. Hubungan Takdir dan Ikhtiar

Banyak orang bertanya, jika segala sesuatu telah ditentukan, apakah usaha manusia masih memiliki pengaruh? Islam mengajarkan keseimbangan antara takdir dan ikhtiar (usaha manusia).

  • Manusia Memiliki Kebebasan Memilih Allah memberi manusia akal dan kehendak untuk memilih tindakan, meskipun semuanya tetap berada dalam rencana-Nya.

  • Takdir sebagai Ketentuan Allah yang Fleksibel Beberapa aspek kehidupan dapat berubah dengan doa dan usaha, sebagaimana dalam hadis: "Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa." (HR. Tirmidzi)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X