Kamis, 4 Juni 2026

Perjalanan Nabi Musa dalam Menghadapi Kezaliman Fir’aun: Mukjizat, Ujian, dan Kemenangan atas Kekuasaan yang Lalim

photo author
Ayang Marliani, Ifa.id
- Kamis, 27 Februari 2025 | 10:20 WIB
Perjalanan Nabi Musa dalam Menghadapi Kezaliman Fir’aun: Mukjizat, Ujian, dan Kemenangan atas Kekuasaan yang Lalim (foto-youtube)
Perjalanan Nabi Musa dalam Menghadapi Kezaliman Fir’aun: Mukjizat, Ujian, dan Kemenangan atas Kekuasaan yang Lalim (foto-youtube)

IFA.id -- Nabi Musa adalah salah satu nabi terbesar dalam sejarah, yang diutus oleh Allah untuk membebaskan Bani Israil dari kekejaman Fir’aun, penguasa Mesir yang zalim. Kisahnya penuh dengan mukjizat dan pelajaran tentang keimanan, keberanian, dan keteguhan hati.

Musa di Istana Fir’aun

Pada masa itu, Fir’aun adalah raja yang kejam dan menindas Bani Israil. Ia mendapat ramalan bahwa seorang anak laki-laki dari kalangan Bani Israil akan menggulingkan kekuasaannya.

Baca Juga: Resep Kerak Telor Halal dengan Bumbu Khas BetawiKarena ketakutan, Fir’aun memerintahkan agar setiap bayi laki-laki yang lahir dari Bani Israil dibunuh.

Namun, Allah berkehendak lain. Ketika Musa lahir, ibunya mendapat wahyu untuk menghanyutkannya ke sungai Nil dalam sebuah peti agar selamat dari pembunuhan. Bayi Musa ditemukan oleh istri Fir’aun, Asiah, yang kemudian membujuk Fir’aun untuk mengangkatnya sebagai anak.

Musa Diutus sebagai Nabi

Musa tumbuh di istana Fir’aun hingga dewasa. Namun, setelah tanpa sengaja membunuh seorang Mesir yang menyiksa seorang Bani Israil, Musa melarikan diri ke Madyan. Di sana, ia bertemu Nabi Syuaib dan menikahi salah satu putrinya.

Suatu hari, dalam perjalanan kembali ke Mesir, Musa melihat api di Bukit Sinai. Ketika ia mendekati api tersebut, Allah berbicara kepadanya dan mengangkatnya sebagai nabi. Allah juga memberikan mukjizat berupa tongkat yang bisa berubah menjadi ular dan tangan yang bercahaya putih.

Baca Juga: Tips Cerdas Atasi Lemas dan Tetap Produktif di Tempat Kerja

Musa dan Fir’aun

Dengan perintah Allah, Musa kembali ke Mesir bersama saudaranya, Harun, untuk menyeru Fir’aun agar menyembah Allah dan membebaskan Bani Israil dari perbudakan. Namun, Fir’aun menolak dan menganggap Musa sebagai penyihir.

Untuk membuktikan kebenaran ajarannya, Musa menunjukkan mukjizat tongkat yang berubah menjadi ular besar dan tangan bercahaya.

Fir’aun tetap menolak dan mengumpulkan para penyihir terbaik Mesir untuk menantang Musa. Namun, mukjizat Allah mengalahkan sihir mereka, dan para penyihir akhirnya beriman kepada Allah.

Baca Juga: Aneka Hidangan Khas Ramadhan dari Berbagai Daerah di Indonesia

Azab untuk Fir’aun dan Mukjizat Laut Merah

Fir’aun tetap sombong dan menolak untuk beriman. Allah menurunkan berbagai azab kepada Mesir, termasuk wabah belalang, katak, air yang berubah menjadi darah, dan lainnya. Namun, Fir’aun tetap tidak mau bertobat.

Akhirnya, Allah memerintahkan Musa untuk membawa Bani Israil keluar dari Mesir. Saat mereka dikejar oleh pasukan Fir’aun di tepi Laut Merah, Allah memerintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut.

Mukjizat terjadi, laut terbelah menjadi dua, membuka jalan bagi Bani Israil untuk menyeberang. Ketika Fir’aun dan pasukannya mencoba mengejar, air kembali menutup dan menenggelamkan mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X