sekolah

Inspirasi dari Ghifran, Siswa Madrasah yang Diterima 13 Kampus Luar Negeri Ternama

Rabu, 2 April 2025 | 08:11 WIB
Ghifran Majid, siswa MAN 4 Jakarta. (Ghifran Majid, siswa MAN 4 Jakarta.)

IFA.id- Di sudut sebuah madrasah di ibu kota, seorang pemuda bernama Ghifran Majid tengah menatap lembaran-lembaran masa depannya yang terbuka lebar. Namanya kini bergaung tidak hanya di koridor sekolahnya, MAN 4 Jakarta, tetapi juga di belasan universitas ternama dunia.

Tiga belas kampus dari sembilan negara telah menyematkan namanya dalam daftar mahasiswa yang mereka terima. Sebuah pencapaian yang bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa madrasah juga mampu melahirkan pemikir kelas dunia.

“Saya bersyukur telah diterima di 13 universitas luar negeri dengan jurusan yang sesuai dengan minat saya,” tuturnya, suaranya sarat dengan kebahagiaan, seperti dikutip dari laman resmi MAN 4 Jakarta pada Minggu (30/3/2025).

Turki, Amerika, Australia, Hong Kong, Belanda, Kanada, Cina, Irlandia, hingga Selandia Baru, semua membuka pintu bagi langkah Ghifran. Namun, di antara begitu banyak pilihan, ada satu impian yang masih ia perjuangkan: National Taiwan University (NTU), tempat ia ingin menekuni bidang Semiconductor.

“Saya masih memiliki satu impian besar untuk berkuliah di NTU. Mohon doa dan restunya, Aamiin,” ujarnya dengan tatapan penuh harap.

Sepuluh universitas telah menyambutnya dalam berbagai disiplin ilmu:

  1. Bachelor of Computer Engineering, Üsküdar University, Turkey
  2. Bachelor of Artificial Intelligence and Data Engineering, Özyeğin Üniversites, Turkey
  3. Bachelor of Computer Science, Bridgeport University, US
  4. Bachelor of Information Technology, Queensland University of Technology, Australia
  5. Bachelor of Computer Science, Deakin University, Australia
  6. Bachelor of Computer Science, Monash University, Australia
  7. Bachelor of Computer Science and Engineering, Hong Kong University of Science and Technology, Hong Kong
  8. Bachelor of International Land and Water Management, Wageningen University & Research, Netherland
  9. Bachelor of Computer Science, University College Dublin, Ireland
  10. Bachelor of Computing Science, Simon Fraser University, Canada
  11. Bachelor of Computer Science, University of Auckland, New Zealand
  12. Bachelor of Computer Science, Western Sydney University, Australia
  13. Bachelor of Artificial Intelligence, Nanjing University of Aeronautics and Astronautics, China

Dari kecil, Ghifran telah memiliki kecintaan mendalam pada angka dan logika. Matematika dan Informatika menjadi dunianya, tempat ia menemukan tantangan sekaligus kepuasan. Namun, hidupnya tidak semata-mata soal akademik. Ia juga seorang atlet dan pembaca setia, menyelami baris demi baris buku yang mengasah pola pikir kritisnya.

Baca Juga: Cerita Muhammad Afif Muzakki, Santri Al-Muhajirin Purwakarta yang Taklukan Universitas Indonesia

Impian besarnya? Menjadi seorang Computer and Information Research Scientist. Dan demi itu, ia tak sekadar belajar, tetapi juga menyeimbangkan kehidupan akademik, organisasi, serta berbagai kompetisi. Ia tahu, keberhasilan tidak datang begitu saja. Ia berbagi rahasia suksesnya: mental yang kuat, dokumen yang rapi, aktif dalam lomba dan organisasi, serta doa yang tak putus-putus.

“Jangan lupa, restu orang tua, kakak, dan guru adalah kunci utama,” pesannya, mengingatkan bahwa ilmu dan usaha tak akan lengkap tanpa doa dan dukungan orang-orang terdekat.

Kepala Madrasah, Wido Prayoga, M.Pd., tak bisa menyembunyikan kebanggaannya.

“Alhamdulillah, prestasi Ghifran adalah inspirasi bagi teman-temannya, khususnya adik-adik kelasnya di MAN 4 Jakarta. Ini melanjutkan tradisi luar biasa setelah tahun lalu Putra Haikal Kristanto dan Fabian Budi Darmawan juga diterima di sembilan perguruan tinggi luar negeri,” ungkapnya dengan penuh apresiasi.

Di ujung pembicaraan, Ghifran menitipkan sebuah pesan sederhana namun dalam maknanya:

“Tetap semangat. Jangan pernah merasa gagal ketika hasil tak sesuai harapan. Percayalah pada proses, karena tak ada yang instan.”

Halaman:

Tags

Terkini